Tampilkan postingan dengan label gambar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gambar. Tampilkan semua postingan

21 Desember 2010

Pamer Karya Tugas Studio

Hello, readers!

Apa kabar? Sehat?
Udah pada liburan belum? Gw udah dong. Hohoho...

So, kali ini gw mau pamer beberapa hasil tugas studio gw. Semester ini temanya Formalisme.

Harun, apa itu Formalisme?

Okay, buat mereka yang gak familiar sama dunia seni mungkin gak tau istilah itu. Formalisme adalah suatu gaya yang menekankan pada aspek bentuk (form) dari suatu karya seni. Formalisme gak bicara makna, simbol, atau tetekbengek lainnya. Formalisme adalah susunan unsur-unsur rupa seperti warna, garis, tekstur, dsb. Semua disusun di atas kanvas, menghasilkan komposisi yang indah.

Nah, karya gw dibuat dengan memakai pendekatan itu. Jadi, buat yang ngeliat, gak usah pusing-pusing mikirin 'ini artinya apa ya?' atau 'koq badan orang warnanya biru sama pink?', karena bukan begitu cara mengapresiasinya. Nikmati saja warnanya, teksturnya, garisnya, dan komposisnya, karena memang gak ada yang lain. Gak ada makna, gak da cerita, semuanya adalah komposisi unsur-unsur visual.

So, long story short, here we go:


"Composition No.2"
Mixed media on canvas, 90 x 90 cm


"Red Door"
Mixed media on canvas, 70 x 90 cm


Torso in Red and Blue
Mixed media on canvas, 80 x 120 cm


Itu tiga dari enam lukisan studio gw. Sengaja gw pilih yang paling gw suka. Tiga-tiganya dilukis di atas kanvas, pakai cat minyak dan oil pastel (crayon). Itu lukisannya lagi di-display di studio, pas penilaian.

So, what do you think? Feel free to mock me. B-)

See you in my next postingan!

16 Desember 2010

Jomblo

Tiga tahun lebih gw ngejomblo.

Banyak yang terjadi di antara waktu-waktu itu. Gw suka sama cewek yang udah punya pacar, gw diterima di ITB, gw suka sama cewek lain lagi, gw nginep di kampus, gw jatoh dari motor, gw dapet nilai A, gw lupa bawa handuk ke kamar mandi, dan lain-lain.

Perjalanan gw ini (padahal gak kemana-mana, cuma kosan-kampus-kosan lagi) membuat gw semakin dewasa...

....

....enggak ding, bo'ong.

Gw gak tambah dewasa. Kamar masih berantakan, masih jadi parasit buat orang tua, masih suka nyasar, masih ngerjain tugas H-6 jam, dan masih belum bisa menghapus folder bokep di laptop gw suka main game.

Oh, on second thought, main game gak ada hubungannya dengan kedewasaan. Game udah jadi bagian yang gak terpisahkan dari hidup gw. Gw tumbuh besar dengan main Sonic The Hedehog, Mortal Kombat, dan Final Fantasy, serta ratusan game lainnya. Sampai kapanpun gw akan terus main game.

Eniwei, tadi gw abis baca artikel ini, dan gw terinspirasi untuk nulis ini:

Gw jomblo dan gw bebas
Gw bebas menggunakan waktu gw
Gw gak perlu melayani cewek manapun

Gw adalah pribadi yang berharga
dan keberhargaan diri gw hanyalah untuk gw seorang
bukan untuk cewek manapun

Gw jomblo dan gw keren
Gw bisa menjadikan diri gw seperti apa yang gw mau
tanpa harus diatur sama cewek manapun

Gw bebas mengupgrade diri gw
Gw bisa mengurus diri gw sendiri dengan lebih baik
tanpa harus peduli sama kehidupan cewek manapun

Gw jomblo dan gw lengkap
Gw jomblo dan gw bebas
Gw jomblo dan gw bahagia






Ulangi tiga kali setiap bangun pagi.

13 Desember 2010

Kamar (calon) Seniman

Good news, readers!

Harunsaurus yang ceria sudah kembali! :D

Well, setidaknya hari ini gw gak lagi galau, jadi gw mau cerita tentang apa yang gw lakuin kemarin.

Kemarin, waktu lagi beresin kamar, gw menyadari bahwa dinding kosan gw berwarna putih... No, wait. Maksud gw, dinding kosan gw sangat menggoda untuk dicorat-coret. Dan jadilah gw mencorat-coretnya pakai... arang. FYI, itu arang gw beli beberapa bulan yang lalu, niatnya mau gw jadiin pengganti charcoal buat gambar, tapi ternyata gak enak, jadilah gw simpen sampe berbulan-bulan. Gw aja baru inget itu arang belum gw buang setelah buka laci.

Eniwei, ini yang gw tulis di dinding kamar gw dengan font guedhe:

"Whatever doesn't kill you will makes you stronger." --Nietzsche.

"Aku mau hidup seribu tahun lagi.: --Chairil Anwar.

"There is no retirement for artist. It's your way of life so there is no end to it." --Bono

"Do, or do not. There is no try." --Yoda.


Those lines are pretty badass, ain't they?

Ah, on second thought, gw mengganti quote-nya Nietzsche, seperti ini:

"Whatever doesn't kill you will makes you stronger stranger." --Nietzsche The Joker.

My, that sounds even more cool.

Terus, pintu kamar gw corat-coret pake oil pastel. Ini fotonya:



Argh, damn my low-res camera! Eniwei, begini tulisannya:

One does not simply walks into...

KAMAR (calon) SENIMAN
fuck yea.

Tulisan di kotak merah itu bacanya:
Beyond this point is a f**king messy room. If you're allergic to that please leave at once. Do not enter without permission. Lightsaber is the coolest weapon ever and vampires don't sparkle. You have been warned.
Terus ada quote di bawahnya:
You shall not pass! --Gandalf The White.
Di deket handle pintu gw tulis: Login. Oh, what a nerd, Harun.

Terus ada 'hit counter' bertuliskan, "You are visitor number... (ditulis dengan torus)". Jumlahnya tentu saja ngasal karena gw gak inget udah ada berapa orang yang pernah mampir ke kamar gw :P

Btw, ada yang ngebuka link yang gw selipin di beberapa kata di atas? Link itu menuju ke situs yang namanya tvtropes.org, situs yang ngebahas, euh... tropes. What the hell is that? Well, you see... tropes itu... ah, baca aja sendiri deh! Yang pasti itu situs yang lucu sekaligus keren. Protip: search your favourite film/manga/anime/video game and see the result. Enjoy your trope :)

Okay, gw mau sarapan dulu, terus ke kampus buat ngerjain tugas. See you in my next postingan!

08 November 2009

Sombong

sombong som.bong
a menghargai diri secara berlebihan; congkak; pongah.

Itu kata kamus. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kamu punya tidak di rumah? Nggak? Sama.

Tapi itu kan kata kamus, dan saya tidak harus selalu dengar kamus. Bukan hanya kamus tidak bisa ngomong, tapi juga memangnya kamus itu siapa? Dosen bukan, pacar bukan, dokter juga bukan. Kamus itu hanya saya gunakan kalau ingin mencari suatu kata. Bisa juga digunakan untuk menggeplak kepalamu yang semoga ada isinya itu.

Jadi, apakah saya sombong?

Tidak!

Sungguh?

Sungguh! Percayalah!

Tidak bohong?

Tidak! Tidakbohong!

(...dialog ini dapat dilanjutkan kapan-kapan, sesuai dengan dialog seperti yang sering kita dengar di telenovela.)

Tapi, oh, tetapi, saya mau pamer beberapa hasil kerjaan tangan saya. Tangan yang alhamdulillah diberi keterampilan untuk menggambar, meskipun teman-teman saya banyak yang lebih jago menggambar dibanding saya. Tapi, meskipun begitu, kata orang(yang kurang pandai menggambar) gambar saya bagus.... Tapi saya tidak sombong. Beneran deh.

Saya cuma mau pamer, agar supaya situ bisa kasih komen, bisa mengagumi, atau minimal bisa tahu kalau saya itu bisa menggambar... dan saya tidak sombong. Yaaa pokoknya supaya situ bisa mengapresiasi lah.

apresiasi ap.re.si.a.si
[n] (1) kesadaran thd nilai seni dan budaya; (2) penilaian (penghargaan) thd sesuatu; (3) kenaikan nilai barang krn harga pasarnya naik atau permintaan akan barang itu bertambah.

Itu saya kasih definisi kata apresiasi, kopi-paste(bukan kopi susu) lagi-lagi dari si kamus. Tentunya saya tidak perlu kasih tahu definisi nomor berapa yang perlu kamu pakai bukan? Dan tentu saja saya juga tidak perlu kasih tahu sumedang.

Ah, saya jadi lupa, itu saya mau apa tadi?

Ah, iya, pamer!

Pamer gambar!

Sombong?

Tidak! Tidak sombong!



Nih, ah:


Komposisi Benda #1
(pensil di atas kertas)


Komposisi Benda #2
(pensil di atas kertas)


Gita
(tinta cina di atas kertas)


Anggur #1
(cat minyak di atas kanvas 80 x 70 cm)


Anggur #2
(cat minyak di atas kanvas, 70 x 70 cm)



Bawang
(cat minyak di atas kanvas, 60 x 80 cm)



Vanni
(cat minyak di atas kanvas, 60 x 80 cm)


Kamu boleh komentar kalau kamu mau. Tidak komentar juga tidak apa-apa. Yang penting kamu sudah lihat, sudah mengapresiasi meski hanya dalam hati, dan kamu tahu kalau saya bisa menggambar dan melukis... dan saya tidak sombong.