Belakangan galau melulu. Terutama kalo udah mau maghrib, di kosan, di depan laptop, pasti bawaannya galau. Gw mendapati bahwa kegalauan itu sesuatu yang bisa 'dinikmati'. Kayak lagunya Efek Rumah Kaca - Melancholia:
Nikmati rasanya kegundahan ini Segala denyutnya yang merobek sepi Kelesuan ini jangan lekas pergi Aku menyelami sampai lelah hati
Eniwei, di kampus gw lagi hot-hotnya kasus pembakaran WC dan penggantungan kepala babi. Rame di twitter, masuk ke kaskus, dan akhirnya jadi headline di koran Pikiran Rakyat hari ini (17/2/2011). Gw yakin banget keduanya peristiwa yang terpisah dengan pelaku yang berbeda dan motif yang berbeda, tapi media yang lebay membuatnya seolah-olah merupakan serangkaian peristiwa dengan motif tertentu.
Well, kalo untuk penggantunagn kepala babi sih berdasarkan info yang gw dapet, pelakunya anak SR, temen sefakultas gw. Kepala babi itu dapet dari acara syukuran Pasar Seni. Tapi, kalo pembakaran WC, saluran air, dsb. itu sama sekali bukan tipe becandaannya SR. Kalo bikin sesuatu yang cukup shocking, itu biasa di Seni Rupa, tapi kalo sampe merusak fasilitas kampus dengan sengaja, itu sama sekali bukan cara kami. Terus ada isu yang berkembang katanya ini butut dari masalah pemilihan dekan FSRD. What the hell...
WC dan berita, dua-duanya di-blow up. Silahkan nilai sendiri, mana yang lebih jahat.
Udah lama banget euy gw gak ngeblog. Udah hampir setahun men. Gilak. Gak berasa.
Eniwei, uh...
....
....
...Gw gak tau mau nulis apa :p
Banyak yang terjadi selama gw gak ngeblog. Gw keasikan ngupdate status fesbuk. Segala pikiran gw tuangin di situ. Jadilah blog gw yang ini terbengkalai. Tapi sekarang, somehow, gw jadi pengen nulis di sini lagi. Hehehe...
Ah, sekedar info, gw pindah studio. Jadi, sekarang gw bukan anak Seni Patung lagi, tapi Seni Lukis. Whoo-yeah! Akhirnyaaa.... Meskipun gw jadi turun angkatan, tapi gak masalah. Anak-anak 2009 cantik-cantik baik-baik dan menyenangkan :)
Well, segitu aja dulu deh. Sekarang gw mau cabut ke kampus. Mau ngelukis. Hehehe...
So, rutinitas baru juga akan dimulai. Kuliah, fesbukan, les gitar, fesbukan lagi, mandi, nyuci, fesbukan lagi. Koq fesbukannya banyak? Iya, soalnya gw fesbukan dari hape, dimanapun, kapanpun. Ahey~
Kemarin gw baru aja daftar les gitar. Yeeeaahhh! Jalan menuju panggung musik dimulai! Jreng-jreng-jreng!!
Dan tentu saja karena gw bakal les gitar, gw perlu gitar baru. Here goes the picture:
Oh, maap, salah.
Nama : (sebut saja)Bunga Tipe : YAMAHA C-315 Lahir : *dirahasiakan* Berat : *gak mau bilang* Tinggi : *ukur sendiri* Pembuat: *ada deeehh* Pemilik : Harun Suaidi Isnaini a.k.a Harunsaurus Catatan : Kalo mau buang air jangan ditahan
Oke, that's my new guitar. Mulai Jumat besok ini, gw bakal les gitar tiap hari Jumat. Gitar ini akan jadi alat gw buat jadi keren. Doakan aku ya!(diucapkan seperti di acara Takeshi Castle).
Yap, rutinitas baru, dengan beberapa orang baru. Semoga gw cukup sibuk sampai gak sempet nge-stalking fesbuk orang(baca:cewek) lagi. Hehehe...
My social life is somehwat ruined. Gw udah cerita di postingan sebelumnya soal beberapa orang teman gw yang bohong sama gw... tepat di bagian yang paling sensitif. That was hurt, you know. I think I went insane.
They can't be trusted. They're playing on me, with that 'lies and truth'(bukan, bukan lagunya L' Arc~en~Ciel) games. Mereka bohong sama gw soal gebetan gw dengan, you know, the thing they called 'white lies'. And one of them tells me the truth. He tells me the so-called 'truth'. Well, I can't say it's the truth, since what he said was too subjective.
Well, untuk lebih jelasnya mungkin bisa baca di notes facebook gw yang ini. Tapi tolong jangan komen di sana. Komen aja di sini. Seriously, jangan komen di sana.
And now...
I think I was wrong.
I mean, to approach her by being her friends, that was wrong. Sebenarnya dari awal gw gabung ke kelompok main mereka karena gw pengen deket sama gebetan gw itu... Entah gimana mulainya, kayaknya itu terjadi begitu aja. Dan bukan bohong kalo gw bilang gw menikmatinya. I mean, I really think they are good friends. They are nice, have good sense of humor, and all that. Seiring dengan berjalannya waktu, gw pun jadi bagian dari mereka, dan mereka jadi bagian dari hidup gw.
Sebenernya, nge-genk itu sedikit banyak 'tabu' di angkatan. Angkatan gak boleh terkotak-kotak. Angkatan harus jadi satu kesatuan. Tapi toh ternyata itu hanya mimpi yang utopis. Dua ratus orang jadi satu itu gak mungkin. Pasti ada kelompok-kelompok(yang biasa gw sebut 'fraksi). Itu terjadi secara alami. Nge-genk adalah keniscayaan karena kita gak mungkin hidup sendiri, dan gak mungkin punya teman dekat ratusan orang.
Mereka tau gw pedekate sama salah seorang dari mereka. Bahkan gebetan gw juga tau itu. Gw berada di antara maju dan mundur. Ego gw bilang gw harus maju meskipun itu berakhir dengan penolakan, sementara teman-teman gw bilang gw sebaiknya mundur karena hasilnya akan sama aja. Sejak awal dia gak tertarik sama gw. ibaratnya, gw kalah perang bahkan sebelum gw mencabut pedang gw.
Gw tetap jadi teman mereka, sambil berharap suatu saat akan ada momen yang tepat bagi gw untuk nembak dia. Gw tetap berusaha ada di dekat dia. Gw tetap berusaha meningkatkan hubungan gw sama dia. Ngelihat hal ini, teman-teman gw ber-'inisiatif' untuk bohong sama gw. Gw gatau apa gebetan gw juga terlibat, tapi yang pasti teman-teman gw bohong sama gw. Bilang dia udah dijodohin lah, bilang dia suka sama sodara jauhnya lah, dan yang terakhir salah seorang temen gw bilang dia lagi suka sama orang lain, it's cyber-love. Gw gak tau yang terakhir itu bener apa bohong.
Gw jelas marah karena tau mereka bohong sama gw. You know, they say that was for my sake, but they were wrong. Such things never work, unless you keep it really good. Ya, andai saja mereka cukup pintar dalam menyembunyikan kebohongan mereka, mungkin semuanya akan berjalan mulus. Gw udah memutuskan buat ngelupain dia setelah salah seorang temen gw bilang gebetan gw lagi suka sama sodara jauhnya. Well, that hurts, but I should bear it. I should forget her. We can still be friends. We have been friends all this time.
Semuanya seharusnya mulus, sampai salah seorang temen gw bilang kalo yang diucapin temen gw tentang gebetan gw suka sama sodara jauhnya itu bohong. Dia ngomporin gw buat tetap 'berjuang' untuk ngedapetin cintanya. Gw saat itu baru aja mutusin buat ngelupain dia, dan sekarang ada kabar kayak gitu. Gw cukup terguncang. Gw sadar gw gak akan bisa dapetin dia, tapi temen gw ini malah ngomporin gw, ngasih gw harapan kosong yang gw gak mau denger lagi. Sucks. Really sucks. Dan gw juga kecewa berat karena gw dibohongin sama temen gw, tepat di titik terlemah gw, tepat di titik paling sensitif gw.
Kesimpulan gw cuma satu: gw gak bisa percaya sama mereka lagi.
Demi tujuan mereka, mereka bohong. Bagian terburuknya bukan kebohongan itu, tapi kegagalan mereka dalam menyembunyikannya.
Jadi, gw gak tau apa gw masih bisa nyebut mereka temen gw apa bukan. Mereka masih aja nganggep gw yang salah, dan tindakan mereka benar(atau setidaknya bisa dibenarkan), dan gak seharusnya gw marah-marah sama mereka.
Well, seperti yang udah gw bilang sebelumnya, gw salah. Gw salah sejak awal. Bisa dibilang gw salah lebih dulu dari mereka. Gw salah sejak memutuskan untuk pedekate sama gebetan gw dengan jadi temannya. Lalu mereka mencoba menambal kesalahan gw itu. Tapi mereka menambal lubang besar di kapal yang bocor dengan selotip kertas. Sebenarnya, mereka berbohong untuk tujuan yang baik. Tapi kebohongan hanya akan berhasil selama ia tidak diketahui. Begitu kebohongan itu terungkap, maka seluruh fondasinya hancur berantakan.
Tapi, sudahlah. It doesn't matter anymore. Gw emang udah harus ngelupain dia dan menyibukkan diri... Dan itu akan sulit kalau gw masih sama mereka, ada di dekat mereka, dan ingat mereka... karena 'mereka' berarti termasuk gebetan gw itu.
Gw harus mulai lagi dari awal. Start it over. New routine, new people, new things.
Where did I go wrong, I lost a friend Somewhere along in the bitterness and I would have stayed up with you all night Had I known how to save a life --The Fray - How To Save A Life
Harunsaurus adalah manusia(masih dalam konfirmasi) penghuni kampus ITB. Senang sekali nasi goreng, internetan, dan jalan jauh naik motor. Keahliannya adalah dapat tidur dimana saja dan kapan saja dia mau.