Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

05 Januari 2011

Dua Ribu Sebelas: Hunting, Clothing, Kucing, dan Momo Geisha

Hello, reeedaaaaarrrsss!!

Beberapa minggu gak ngeblog. Di rumah gak ada koneksi internet sih, jadi gak bisa internetan deh. Saat gw nulis ini, gw lagi di Bandung. Di sela-sela liburan semesteran ini, gw harus balik ke Bandung sebentar buat kumpul panitia Pemira (Pemilu Raya) ITB.

Berhubung ini postingan pertama gw di tahun 2011, gw mau ngucapin SELAMAT GANTI KALENDER buat seluruh pembaca blog gw. Gw gak mau ngucapin selamat tahun baru, karena gak pergantian tahun gak perlu dikasih selamat. Yang real aja deh bray, gak ada perubahan yang cukup berarti dari tanggal 31 Desember ke 1 Januari kan? Perubahan paling mencolok ya kalender. Look:
  • Matahari masih bersinar, terbit di timur, dan terbenam di barat.
  • Indonesia benderanya hasih merah-putih
  • Mobil rodanya masih empat
  • Bajaj rodanya masih tiga
  • Busway rodanya... anjrit, gw lupa. itung sendiri sanah.
  • Bebek kakinya masih dua
  • IP gw juga masih sekitar dua

So, what's so special with this new year? Gak ada!

Eniwei, what's up with me?

Gw libur dan baru masuk tanggal 24(kalo gak salah). Selama liburan ini, gw mengusahakan untuk lari pagi, meskipun gw udah ngos-ngosan setelah lari gak sampai 1km. Degup jantung udah gak karuan. Paru-paru gak kuat. Napas megap-megap. Kaki pegel-pegel. Terus gw bisa nyemburin jaring laba-laba. Men, gw kudu latihan lebih banyak nih.

Kamera gw sudah bisa dipakai hunting lagi! Bagi yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya, ada yang mau hunting bareng?

Temenin gw hunting dong

Gw.ketagihan.main.Tekken 6. Sumpah, itu game adiktif banget. Namco jago banget bikin formula game figthing yang oke. Yang punya PSP, ngadu yuk!

Kakek-kakek paling badass dalam sejarah game;
also my favourite character in Tekken series.


Bersama my brader, gw sedang merencanakan bisnis clothingan, which means gw kudu nguasain Corel, terutama buat bikin gambar vector. Selain itu gw juga kudu belajar cara nyablon manual dan digital. Wuih, banyak yang kudu gw pelajarin. Hari-hari kuliah = belajar demi nilai. Liburan = belajar demi uang!


Kuliah di ITB jadi tukang sablon


Selamat buat timnas sepakbola Indonesia yang berhasil menjadi runner-up piala AFF. Kalian hebat! Sayang gurita gak ngerti soal sistem agregat, jadi ramalannya rada meleset. Gak tau gimana nasibnya gurita tukang ramal itu, apa masih hidup atau udah jadi takoyaki
.
Cheer up, guys!


Btw, Momo Geisha cantik ya... Kemana aja lo, Run? Baru nyadar sekarang... Ketauan gak pernah nonton tipi. Gw jadi suka Geisha sekarang, hehehe...


Btw lagi, ada yang suka kucing? Gw suka kucing karena kucing adalah mahkluk yang sangat unyuuuu~ :3 Liat aja video ini.

Untuk kesekian kalinya, abang gw ngambil anak kucing buat dipelihara. Gak dikasih nama, tapi sepupu gw manggil dia Bleki, meskipun warna bulunya putih belang kuning, gak ada item-itemnya sama sekali. Si Bleki ini seneng banget nyakar dan gigitin nyari semua yang bisa dia gigit, mulai dari ikan sampai tangan orang. Sempet abang gw digigit dan dengan reflek dia bilang, "Anjing nih kucing!" LOL.

irresistible cuteness

Okay, segitu aja postingan gw kali ini. Udah baca, awas kalo gak komen. See you in my next postingan! :D

17 Agustus 2009

Dirgahayu Negeriku

Sudah tanggal 17...

Ya, 17 Agustus 2009.

Enam puluh empat tahun yang lalu, Bung Karno membacakan naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Apa yang ada di dalam pikirannya saat beliau membacakan naskah itu?

Mungkin jawabannya adalah: harapan.

Harapan untuk menjadikan bumi pertiwi dari Sabang sampai Merauke ini makmur, jaya, dan besar. Harapan untuk menjadikan ratusan juta rakyat yang lahir, makan, minum, eek, bekerja, bercinta, dan mati di atas tanah ini bangga atas tanah yang dipijaknya. Harapan untuk menjadi salah satu roda yang menggerakkan dunia ini, memiliki posisi tawar di setiap diplomasi, dan diperhitungkan dalam pergaulan internasional. Ya, harapan-harapan itulah yang mungkin ada di dalam hati dan otak beliau saat beliau membacakan beberapa baris naskah sederhana--namun begitu keramat--itu.

Dan obor pun menyala. Obor cita-cita. Obor yang diestafetkan dari generasi ke generasi, lewat Burung Garuda, lewat Indonesia Raya, lewat Sang Saka Merah Putih, lewat Bahasa Indonesia, lewat cerita-cerita tentang bedil vs bambu runcing.

Dan gw pun gak bisa berkata apa-apa lagi.

Gw cuma bisa menerima satu kebenaran yang pasti, yang mesti, yang harus, yang tidak bisa tidak: menerima obor itu.

Semoga gw bisa menggunakan obor itu untuk menyalakan api-api yang lain, misalnya api yang ada di hatimu, atau hatinya, atau hati mereka. Api yang membakar. Api yang menerangi. Api yang menghangatkan.

Berbekal itu, gw pun menulis di status facebook gw dua kalimat sederhana yang (semoga)cukup dalam maknanya:

Dirgahayu negeriku. Semoga kami tak pernah lelah untuk menjadikanmu besar.

Ya, semoga kami tak pernah lelah. Karena engkau, negeriku, akan tetap ada hingga dunia ini tak ada lagi.




Gambar dari sini.

===================================

Ngomong-ngomong, ada yang tau apa itu arti kata 'dirgahayu'?

Well, sebenarnya ada sedikit salah kaprah di sini. Dirgahayu itu artinya bukan seperti 'selamat ulang tahun', jadi sebenarnya kalimat seperti 'Dirgayahu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-64' adalah kalimat yang salah.

Dirgahayu itu artinya 'panjang umur'. Mungkin padanan katanya dalam bahasa Inggris itu 'long live'(meski seringkali terjemahan bebas dari frasa ini adalah 'hidup', seperti 'banzai' dalam bahasa Jepang; contoh: long live the king!).

Jadi, kalimat yang lebih tepat adalah, 'Dirgahayu Republik Indonesia', atau 'Dirgahayu Republik Indonesia pada ulang tahun yang ke-64'.

Info tentang arti kata 'dirgahayu' diambil dari sini, sini, dan sini.

===================================

Eh, ada lagu yang keren dan sangat pas buat didengerin di hari jadi negeri kita tercinta ini. -->klik aja, gan!