Tampilkan postingan dengan label lebaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lebaran. Tampilkan semua postingan

08 September 2010

Long Time No Blog

Hi there!

Udah lama banget euy gw gak ngeblog. Udah hampir setahun men. Gilak. Gak berasa.

Eniwei, uh...

....

....

...Gw gak tau mau nulis apa :p

Banyak yang terjadi selama gw gak ngeblog. Gw keasikan ngupdate status fesbuk. Segala pikiran gw tuangin di situ. Jadilah blog gw yang ini terbengkalai. Tapi sekarang, somehow, gw jadi pengen nulis di sini lagi. Hehehe...

Ah, sekedar info, gw pindah studio. Jadi, sekarang gw bukan anak Seni Patung lagi, tapi Seni Lukis. Whoo-yeah! Akhirnyaaa.... Meskipun gw jadi turun angkatan, tapi gak masalah. Anak-anak 2009 cantik-cantik baik-baik dan menyenangkan :)

Well, segitu aja dulu deh. Sekarang gw mau cabut ke kampus. Mau ngelukis. Hehehe...

Met lebaran! :D

10 Oktober 2009

Home Disaster dan Kasus Mutilasi di Rumah Gw

"Haruunn!!"

Terdengar sebuah suara tak senonoh dari kejauhan. Oh, ternyata itu Ito, temen seangkatan gw yang rambutnya lebih kribo dibanding Bena maupun Giring Nidji, tapi jangan bandingin dengan Edi Brokoli, jelas Ito kalah. Edi Brokoli adalah pemilih rambut kribo paling... paling apa ya? Paling begitulah pokoknya.

Eh, tunggu, tadi gw pengen ngomong apa ya?

Ah, iya, itu si Ito manggil gw dari kejauhan, terus nyamperin gw. Dengan suaranya yang... aduh, gw gak bisa mendeskripsikan suara orang. Ya pokoknya dia nyamperin gw terus bilang begini...

"Run, tadi lo belum bayar."

Gw pun tersentak. Kaget. Shock. Jantungan. Tewas seketika. Oh, nggak, kalo gw tewas gw gak mungkin bisa nulis blog lagi. Yang pasti gw kaget dan baru inget bahwa tadi gw makan di tenda deket kampus gw tanpa bayar, dan Ito yang tadi kebetulan juga makan di situ dikasih tahu sama penjualnya bahwa gw belum bayar. Tentunya tahu di sini bukan tahu makanan yang dibuat di pabrik tahu itu, melainkan si Ito diberi informasi mengenai suatu hal. Apa? Kamu sudah tahu? Ya sudah kalo begitu...

*Ahem*

Oke, lalu apa hubungannya tahu dengan home disaster dan kasus mutilasi di rumah gw?

Jawabannya adalah...

Nggak ada.

Karena sebenernya emang bukan itu yang mau gw ceritain. Yang mau gw ceritain adalah tentang kejadian yang menimpa rumah gw dan para penghuninya pasca pulang mudik, atau tepatnya pasca gw ngepost postingan gw sebelum ini.

Kamu tahu apa yang terjadi?

Ya jelas enggak lah! Kan saya baru mau cerita.

Eniwei, itu gw baru nyampe rumah, habis nyampah di rumah Andi. Di depan pintu, gw ketok-ketok pintu rumah gw. Tok-tok-tok, begitu bunyinya. Kalo tik-tik-tik, mungkin itu suara saya sedang mengetik tulisan ini. Kalo brot-brot-brot, mungkin itu kamu lagi kentut. Oke, jadi gw udah sampe depan pintu, ngetok pintu, tapi gak langsung dibukain. Gw malah denger suara abang gw bilang, ' Itu liat dulu siapa, Bu...!!'

Sembilan belas tahun sembilan bulan kenal sama saya koq gak hapal suara saya??

Setelah dibukain pintu, gw masuk, terus usut punya usut dan jeruk makan jeruk(iya, emang gak nyambung), ternyata di sekitar rumah kami ada... *kasih suara drum biar dramatis*

MALING.

*jeng jeng jeeeenngggg*

Iya, ada maling yang ngumpet di dekat rumah gw. Kemungkinan ada di rumah Pak Azwar yang tepat di sebelah rumah gw karena beliau rumahnya lagi kosong. Terus juga abang gw mengaku mendengar suara-suara aneh dari lantai atas rumah sebelah. Beberapa petugas keamanan pun memeriksa atap rumahnya lewat atap rumah gw. Dan gak lama kemudian...

Gak terjadi apa-apa.

Oke, entah malingnya ngumpet atau emang gak ada di situ, yang pasti gak terjadi apa-apa. Demi keamanan, semua akses ke rumah gw dari atas ditutup. Dengan hati was-was, kita pun melanjutkan aktivitas seperti ngobrol, nonton tivi, ngemil, dan tidur.

Tapi ternyata itu bukan satu-satunya kesialan yang menimpa penghuni rumah gw. Kesialan lainnya adalah...

KERAN WASTAFEL DAPUR BOCOR.

atau lebih tepatnya: PATAH.

Dan itu menyebabkan air ngucur tanpa henti.

Solusi praktisnya: matiin air seluruh rumah.

Masalahnya:

1)air keran gak langsung mati melainkan nunggu sampai stok air di Sebelum tidur, seluruh penghuni rumah mengelap genangan air yang terjadi karena bocornya keran.

That's all? Oh, ternyata masih ada lagi. Ini disaster yang cukup sering terjadi di rumah gw belakangan ini, which is...

tempat-menampung-air-sebelum-dialirkan-yang-gw-gak-tau-apa-namanya itu habis. Jadi air masih harus ditahan secara manual selama beberapa saat.

2)karena air mati, kita jadi gak bisa mandi apalagi nyuci. Terpaksa minta air sama tetangga, itu pun cuma cukup buat cebok dan wudhu.

Dan, demi menjaga perdamaian dunia agar gak ada air yang nyembur, gw dan abang gw pun menyegel lubang tersebut menggunakan selotip.


Kayak jaring laba-laba


That's all? Oh, nggak. Ada satu lagi bencana yang menimpa rumah gw...

PEMBOKAT GW PULANG KAMPUNG.

That? You call that a disaster?

SERING BANGET PULANG KAMPUNG. DALAM SEBULAN BISA CUMA KERJA 20 HARI.

Okay, that's a disaster, indeed.

Dan entah kenapa sering banget pulang lebih lama dari yang dijanjikan dengan alasan (insert a family member here)-nya sakit. Entah itu anaknya, suaminya, anaknya yang lain, sodaranya, de-el-el.

What a pain in the ass.

Oke, terus soal mutilasi... Ini berhubungan dengan bencana keran patah.

Jadi, esok harinya setelah kedatangan maling ke (dekat)rumah gw dan bencana keran patah, datanglah salah seorang sepupu gw ke rumah gw. Dia bawa motor dan pacar. Melihat keadaan lubang yang diselotip itu, dia menawarkan solusi yang lebih baik: menyumbatnya.

Dengan apa?

Dengan bahan sejenis karet.

Kondom?

Bukan.

Emangnya kondom bukan dari karet?

BUKAN PAKE KONDOM, GOBLOK!!

Melainkan dengan menjadikan salah seroang penghuni rumah gw sebagai tumbal. Ya, sepupu gw, tanpa merasa bersalah sedikit pun, memutilasi dia dengan kejam. Memotong-motongnya menjadi beberapa bagian. Menjadikannya seperti ini:


Korban mutilasi


Saudara korban


Reka ulang kejadian


Keadaan TKP saat ini


Sungguh kejam. Sendal jepit yang tidak berdosa itu pada akhirnya ditumbalkan demi kemaslahatan bersama. Semoga amal dan ibadahmu diterima di sisi Allah, wahai sendal jepit Swallow warna hijau. Engkau pasti akan mendapat tempat yang terbaik di sisi-Nya.

Baiklah. Berita tadi menutup perjumpaan kita kali ini. Kami dan segenap kru(emang ada?) yang bertugas undur diri dari hadapan Anda. Saya harunsaurus, wassalamu'alaikum.

See you in my next postingan!

p.s: dari kemaren make spoiler button hasilnya gagal mulu DX, jadi gw memutuskan untuk gak pake spoiler button.

25 September 2009

THIS IS LEBARAAAAAANNN!!! *headbang; jari metal; lidah melet*

THIS.IS.LEBARAAAAAAAANNNNN!!!! (diucapkan seperti 'THIS IS SPARTAAA!!!' di film '300', minus adegan nendang orang ke sumur, tentunya.)

Phew... akhirnya sampai juga di kota Jakarta yang sangat saya cintai(tapi bo'ong) ini. Kota yang panas, sumpek, kotor, macet(kecuali kalo lebaran), banyak tindak kriminal, dan ada monasnya(terus kenapa?) ini. Setelah berjam-jam duduk di dalam mobil, kaki gw gak bisa lurus lagi akhirnya gw bisa selonjoran di kasur rumah, lengkap dengan hembusan AC nan sejuk lagi nikmat. Aaaahh... bagaikan eek yang lama tertahan dan akhirnya keluar juga, rasanya lega sekali.

Eniwei, gw mau ngucapin Happy Lebaran buat sampeyan yang baca tulisan ini, baik merayakan, tidak merayakan, ataupun belum merayakannya(kali aja sampeyan yang non-Islam berencana masuk Islam; amiiinnn). Okeh, biar lebih afdhol, gw mau nulis dengan tulisan yang GUEDHE.

Selamat hari raya Idul Fitri

Mohon maaf lahir, batin, fisik, maupun metafisik(?)

Semoga amal ibadah Anda diterima di sisi-Nya

Semoga selamat sampai tujuan...

Semoga tidak terjebak macet di jalan...

Semoga saya lekas dapat pacar, PSP, dan laptop baru...

Amin...



Mana THR buat saya?

Oke, yang terakhir itu becanda... Tapi kalo sampeyan berean mau ngasih, maka sesungguhnya saya tidak menolak kebaikan sampeyan.

Well, sebenernya banyak yang mau gw ceritain soal libur lebaran. Soal perjalanan mudik gw ke Jogja yang makan waktu 30 jam lebih... Soal tante gw yang dengan sukses ngebully orang semobil... Soal pengalaman makan yang memberi gw kesimpulan bahwa selain dari jumlah pengunjungnya, tempat makan yang enak bisa dilihat dari wajah optimis/pesimis penjualnya... Soal pembentukan 'organisasi' kepemudaan keluarga besar gw... Tentang eksploitasi logat Tegal di dalam mobil gw... Dan masih banyak lagi. Tapi karena kebanyakan yang mau diceritain dan gw gak bawa kabel data untuk masukin foto-foto dari hape gw ke komputer, jadilah gw akan bercerita tentang seorang cewek yang beranak dalam kubur gw yang ke MKG bareng teman-teman SD.

Oke, setelah bertahun-tahun gak tatap muka, tetap mata, tatap tinju(berantem), apalagi tatap kelamin(ini sih emang gak pernah), alumni SDN Pondok Kopi 04 Pagi Jakarta Timur angkatan 2002 mengadakan reuni. Seru pisan lah reuniannya. Terus, setelah reunian itu, Fanny, yang gak ikut reunian ngajakin anak-anak kelas 6A buat jalan-jalan ke Mal Kelapa Gading.

Berdasarkan info yang gw dapet dari Bugi yang sekampus dengan Fanny, Fanny yang dari dulu cantik itu sekarang makin cantik. 'Delapan setengah', katanya. Bukan, itu bukan jumlah tangannya karena Fanny bukan penyandang cacat. Itu adalah nilai yang diberikan Bugi saat gw tanya tentang kecantikannya dengan skala 1-10.

Tapi ada dua hal yang mengecewakan:
  1. Fanny sudah punya pacar(yang secara otomatis mengurangi nilainya sebanyak 5 poin)
  2. Fanny tidak datang
Lha kepriben... Yang ngusulin acara malah gak dateng. Tapi no problemo lah. Yang penting bisa kumpul bareng temen-temen SD yang luar biasa menyenangkan itu... Dan menikmati wajah cantik salah seorang teman gw yang masih jomblo. Hehehe...

*ahem*

Jadi, setelah kita makan dengan (tidak)kenyangnya, kita menuju XXI untuk... memutuskan bahwa kita nggak nonton. Gak ada kesepakatan film dan jam, akhirnya kita cabut ke NAV yang mana tentu saja untuk karaokean.

Di NAV, kayaknya gw nyanyi paling banyak. Betapapun gw nyadar suara nyanyian gw mampu membuat anak kecil yang menangis menjadi terdiam nangis makin keras, gw tetap menyanyi dengan kepedean yang memuncak. Dengan atau tanpa mic, gw nyanyi dengan segenap jiwa dan raga. Maafkan aku teman-temanku karena sudah merusak gendang telinga kalian.

Phew... Puas nyanyi, kita memutuskan untuk pulang. Semua pulang kecuali April. Dia lanjut nonton sama teman-teman yang lain. Ide iseng pun muncul. Gw ngusulin buat nge-SMS April dengan SMS salah kirim yang isinya anak-anak mendukung Alfath(yang ketauanbangetlagipedekatesamaApril) buat nembak April. Jadi ceritanya harusnya kita ngirim ke Alfath, tapi kita salah kirim ke April. Oh, betapa gw jenius dalam iseng-mariseng. Sampai saat ini gw gak tau kelanjutan ceritanya, tapi yang pasti si Alfath belum nembak si April... yang berarti gw masih berkesempatan. Uhouhohuhohohoho....

Misi iseng terlaksana. Saatnya pulang. Gw pulang dengan nebeng Adit di motornya. Senangnya ada tebengan. Diantar sampai rumah, ongkos nol rupiah. Gw harus sampai di rumah dengan segera karena... gw kebelet boker. Lebih tepatnya: gw kebelet boker stadium 3.

Gw sampai di rumah, dan apa yang terjadi? GAK ADA ORANG DI RUMAH. Gw gak bawa kunci. Gw di luar, masih kebelet boker, bahkan gw kebelet boker stadium 4. Veses akan segera menyembur keluar dari lubang anus gw, membasahi celana gw yang tidak beruntung. Untung ada Adit yang menyelamatkan gw dari tragedi yang sangat tidak diinginkan itu. Gw boker di rumahnya... Di toilet, tentunya.

Rasanya gw gak perlu cerita kalo eek gw warnanya kuning. Gw juga gak perlu cerita kalo gw eek dalam volume besar karena udah beberapa hari ini gw gak eek. Gw juga gak perlu cerita kalo WC-nya Adit itu nyaman sehingga gw berlama-lama di sana. Yang pasti Adit dengan baiknya nganterin gw pulang setelah mengizinkan gw eek dan cebok di toiletnya. You are my savior, Adit. Engkau menyelamatkanku dan celanaku.

Phew... Tulisan yang cukup panjang ya gan. Ini udah sore. Gw udah mengeksploitasi laptop dan koneksi internet Andi(yang saat ini sedang tidur dengan pulasnya) selama berjam-jam. Gw mau jalan bareng nyokap, beli modem wireless dan makan enak. Kamu nggak boleh ikut. Kamu komen saja di postingan ini dan lanjut blogwalking, oke?

See you in my next postingan! :D