Tampilkan postingan dengan label liburan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label liburan. Tampilkan semua postingan

24 Januari 2011

Some Holiday Report

Iya kan, readers? Liburan gak pernah cukup kan ya? Biar kata udah libur sebulan lebih, tapi tetep aja seminggu terakhir liburan berasa liburan terlewati dengan cepat dan sia-sia, karena gak ngelakuin apa-apa.

Eniwei, liburan gw diisi dengan mikirin bisnis kaos sablonan... ya, cuma mikirin, gak jalan sama sekali. Hehehe...

Terus beberapa minggu yang lalu sempet hunting di Taman Hutan Raya a.k.a Hutan Dago. Modelnya temen gw, namanya Mira a.k.a Mirin a.k.a Mirceu. Kalo mau liat hasilnya, main aja ke deviantart baru gw :)

Terus, terus, seminggu terakhir liburan gw di Jakarta diisi dengan hang out. Yah, standar sih, nonton dan makan. Tempatnya jauh-jauh, tapi gak apa-apa karena gw jalannya bareng cewek ;)

Hang Out Episode I
Lokasi : Senayan City dan Plaza Senayan
Cewek : Saskya
Kegiatan : Makan, Nonton
Review : Sency mahaalll...!! ...Gaul memang mahal. ckckck...

Hang Out Episode II
Lokasi : Megaria
Cewek : Atria
Kegiatan : Makan, Nonton, Jualan
Review : One happy day jalan dengan cewek asik di tempat yang gak terlalu mahal. Bahkan nyaris balik modal karena gw sekalian jualan Oriflame. Dia beli mascara.

Hang Out Episode III
Lokasi : Margo City dan Tebet
Cewek : Ratna
Kegiatan : Makan, Jalan-jalan, Nganterin Pulang
Review : Ratna itu mantan gebetan gw yang pernah nolak gw... jaman SD dulu. Cinta Monyet Bersemi Kembali nih. Hahahaha... Eniwei, Jarang-jarang gw jalan sampai dua kali makan. Yang pertama di Ta Wan, terus makan malemnya di Ayam Bakar Mas Mono di Tebet. Gw nganterin dia pulang ke rumahnya di Bintara, Bekasi (rumah gw juga gak jauh dari situ).

Terus ditambah lagi hari Sabtu kemarin gw bersama para alumni J-Club SMA 81 merayakan kelulusan salah satu teman kita. Makan-makan, terus karaokean di Inul Vista. Sengaja milih Inul Vista soalnya banyak lagu Jepang dan Korea-nya. Hehehe...

Phew... Liburan yang menyenangkan sekaligus menyenangkan :)

Well, gw satu jam lagi masuk kuliah hari pertama semester ini, jadi gw kudu mandi terus cabut. See you in my next postingan, readers! :D

10 Oktober 2009

Home Disaster dan Kasus Mutilasi di Rumah Gw

"Haruunn!!"

Terdengar sebuah suara tak senonoh dari kejauhan. Oh, ternyata itu Ito, temen seangkatan gw yang rambutnya lebih kribo dibanding Bena maupun Giring Nidji, tapi jangan bandingin dengan Edi Brokoli, jelas Ito kalah. Edi Brokoli adalah pemilih rambut kribo paling... paling apa ya? Paling begitulah pokoknya.

Eh, tunggu, tadi gw pengen ngomong apa ya?

Ah, iya, itu si Ito manggil gw dari kejauhan, terus nyamperin gw. Dengan suaranya yang... aduh, gw gak bisa mendeskripsikan suara orang. Ya pokoknya dia nyamperin gw terus bilang begini...

"Run, tadi lo belum bayar."

Gw pun tersentak. Kaget. Shock. Jantungan. Tewas seketika. Oh, nggak, kalo gw tewas gw gak mungkin bisa nulis blog lagi. Yang pasti gw kaget dan baru inget bahwa tadi gw makan di tenda deket kampus gw tanpa bayar, dan Ito yang tadi kebetulan juga makan di situ dikasih tahu sama penjualnya bahwa gw belum bayar. Tentunya tahu di sini bukan tahu makanan yang dibuat di pabrik tahu itu, melainkan si Ito diberi informasi mengenai suatu hal. Apa? Kamu sudah tahu? Ya sudah kalo begitu...

*Ahem*

Oke, lalu apa hubungannya tahu dengan home disaster dan kasus mutilasi di rumah gw?

Jawabannya adalah...

Nggak ada.

Karena sebenernya emang bukan itu yang mau gw ceritain. Yang mau gw ceritain adalah tentang kejadian yang menimpa rumah gw dan para penghuninya pasca pulang mudik, atau tepatnya pasca gw ngepost postingan gw sebelum ini.

Kamu tahu apa yang terjadi?

Ya jelas enggak lah! Kan saya baru mau cerita.

Eniwei, itu gw baru nyampe rumah, habis nyampah di rumah Andi. Di depan pintu, gw ketok-ketok pintu rumah gw. Tok-tok-tok, begitu bunyinya. Kalo tik-tik-tik, mungkin itu suara saya sedang mengetik tulisan ini. Kalo brot-brot-brot, mungkin itu kamu lagi kentut. Oke, jadi gw udah sampe depan pintu, ngetok pintu, tapi gak langsung dibukain. Gw malah denger suara abang gw bilang, ' Itu liat dulu siapa, Bu...!!'

Sembilan belas tahun sembilan bulan kenal sama saya koq gak hapal suara saya??

Setelah dibukain pintu, gw masuk, terus usut punya usut dan jeruk makan jeruk(iya, emang gak nyambung), ternyata di sekitar rumah kami ada... *kasih suara drum biar dramatis*

MALING.

*jeng jeng jeeeenngggg*

Iya, ada maling yang ngumpet di dekat rumah gw. Kemungkinan ada di rumah Pak Azwar yang tepat di sebelah rumah gw karena beliau rumahnya lagi kosong. Terus juga abang gw mengaku mendengar suara-suara aneh dari lantai atas rumah sebelah. Beberapa petugas keamanan pun memeriksa atap rumahnya lewat atap rumah gw. Dan gak lama kemudian...

Gak terjadi apa-apa.

Oke, entah malingnya ngumpet atau emang gak ada di situ, yang pasti gak terjadi apa-apa. Demi keamanan, semua akses ke rumah gw dari atas ditutup. Dengan hati was-was, kita pun melanjutkan aktivitas seperti ngobrol, nonton tivi, ngemil, dan tidur.

Tapi ternyata itu bukan satu-satunya kesialan yang menimpa penghuni rumah gw. Kesialan lainnya adalah...

KERAN WASTAFEL DAPUR BOCOR.

atau lebih tepatnya: PATAH.

Dan itu menyebabkan air ngucur tanpa henti.

Solusi praktisnya: matiin air seluruh rumah.

Masalahnya:

1)air keran gak langsung mati melainkan nunggu sampai stok air di Sebelum tidur, seluruh penghuni rumah mengelap genangan air yang terjadi karena bocornya keran.

That's all? Oh, ternyata masih ada lagi. Ini disaster yang cukup sering terjadi di rumah gw belakangan ini, which is...

tempat-menampung-air-sebelum-dialirkan-yang-gw-gak-tau-apa-namanya itu habis. Jadi air masih harus ditahan secara manual selama beberapa saat.

2)karena air mati, kita jadi gak bisa mandi apalagi nyuci. Terpaksa minta air sama tetangga, itu pun cuma cukup buat cebok dan wudhu.

Dan, demi menjaga perdamaian dunia agar gak ada air yang nyembur, gw dan abang gw pun menyegel lubang tersebut menggunakan selotip.


Kayak jaring laba-laba


That's all? Oh, nggak. Ada satu lagi bencana yang menimpa rumah gw...

PEMBOKAT GW PULANG KAMPUNG.

That? You call that a disaster?

SERING BANGET PULANG KAMPUNG. DALAM SEBULAN BISA CUMA KERJA 20 HARI.

Okay, that's a disaster, indeed.

Dan entah kenapa sering banget pulang lebih lama dari yang dijanjikan dengan alasan (insert a family member here)-nya sakit. Entah itu anaknya, suaminya, anaknya yang lain, sodaranya, de-el-el.

What a pain in the ass.

Oke, terus soal mutilasi... Ini berhubungan dengan bencana keran patah.

Jadi, esok harinya setelah kedatangan maling ke (dekat)rumah gw dan bencana keran patah, datanglah salah seorang sepupu gw ke rumah gw. Dia bawa motor dan pacar. Melihat keadaan lubang yang diselotip itu, dia menawarkan solusi yang lebih baik: menyumbatnya.

Dengan apa?

Dengan bahan sejenis karet.

Kondom?

Bukan.

Emangnya kondom bukan dari karet?

BUKAN PAKE KONDOM, GOBLOK!!

Melainkan dengan menjadikan salah seroang penghuni rumah gw sebagai tumbal. Ya, sepupu gw, tanpa merasa bersalah sedikit pun, memutilasi dia dengan kejam. Memotong-motongnya menjadi beberapa bagian. Menjadikannya seperti ini:


Korban mutilasi


Saudara korban


Reka ulang kejadian


Keadaan TKP saat ini


Sungguh kejam. Sendal jepit yang tidak berdosa itu pada akhirnya ditumbalkan demi kemaslahatan bersama. Semoga amal dan ibadahmu diterima di sisi Allah, wahai sendal jepit Swallow warna hijau. Engkau pasti akan mendapat tempat yang terbaik di sisi-Nya.

Baiklah. Berita tadi menutup perjumpaan kita kali ini. Kami dan segenap kru(emang ada?) yang bertugas undur diri dari hadapan Anda. Saya harunsaurus, wassalamu'alaikum.

See you in my next postingan!

p.s: dari kemaren make spoiler button hasilnya gagal mulu DX, jadi gw memutuskan untuk gak pake spoiler button.

25 September 2009

THIS IS LEBARAAAAAANNN!!! *headbang; jari metal; lidah melet*

THIS.IS.LEBARAAAAAAAANNNNN!!!! (diucapkan seperti 'THIS IS SPARTAAA!!!' di film '300', minus adegan nendang orang ke sumur, tentunya.)

Phew... akhirnya sampai juga di kota Jakarta yang sangat saya cintai(tapi bo'ong) ini. Kota yang panas, sumpek, kotor, macet(kecuali kalo lebaran), banyak tindak kriminal, dan ada monasnya(terus kenapa?) ini. Setelah berjam-jam duduk di dalam mobil, kaki gw gak bisa lurus lagi akhirnya gw bisa selonjoran di kasur rumah, lengkap dengan hembusan AC nan sejuk lagi nikmat. Aaaahh... bagaikan eek yang lama tertahan dan akhirnya keluar juga, rasanya lega sekali.

Eniwei, gw mau ngucapin Happy Lebaran buat sampeyan yang baca tulisan ini, baik merayakan, tidak merayakan, ataupun belum merayakannya(kali aja sampeyan yang non-Islam berencana masuk Islam; amiiinnn). Okeh, biar lebih afdhol, gw mau nulis dengan tulisan yang GUEDHE.

Selamat hari raya Idul Fitri

Mohon maaf lahir, batin, fisik, maupun metafisik(?)

Semoga amal ibadah Anda diterima di sisi-Nya

Semoga selamat sampai tujuan...

Semoga tidak terjebak macet di jalan...

Semoga saya lekas dapat pacar, PSP, dan laptop baru...

Amin...



Mana THR buat saya?

Oke, yang terakhir itu becanda... Tapi kalo sampeyan berean mau ngasih, maka sesungguhnya saya tidak menolak kebaikan sampeyan.

Well, sebenernya banyak yang mau gw ceritain soal libur lebaran. Soal perjalanan mudik gw ke Jogja yang makan waktu 30 jam lebih... Soal tante gw yang dengan sukses ngebully orang semobil... Soal pengalaman makan yang memberi gw kesimpulan bahwa selain dari jumlah pengunjungnya, tempat makan yang enak bisa dilihat dari wajah optimis/pesimis penjualnya... Soal pembentukan 'organisasi' kepemudaan keluarga besar gw... Tentang eksploitasi logat Tegal di dalam mobil gw... Dan masih banyak lagi. Tapi karena kebanyakan yang mau diceritain dan gw gak bawa kabel data untuk masukin foto-foto dari hape gw ke komputer, jadilah gw akan bercerita tentang seorang cewek yang beranak dalam kubur gw yang ke MKG bareng teman-teman SD.

Oke, setelah bertahun-tahun gak tatap muka, tetap mata, tatap tinju(berantem), apalagi tatap kelamin(ini sih emang gak pernah), alumni SDN Pondok Kopi 04 Pagi Jakarta Timur angkatan 2002 mengadakan reuni. Seru pisan lah reuniannya. Terus, setelah reunian itu, Fanny, yang gak ikut reunian ngajakin anak-anak kelas 6A buat jalan-jalan ke Mal Kelapa Gading.

Berdasarkan info yang gw dapet dari Bugi yang sekampus dengan Fanny, Fanny yang dari dulu cantik itu sekarang makin cantik. 'Delapan setengah', katanya. Bukan, itu bukan jumlah tangannya karena Fanny bukan penyandang cacat. Itu adalah nilai yang diberikan Bugi saat gw tanya tentang kecantikannya dengan skala 1-10.

Tapi ada dua hal yang mengecewakan:
  1. Fanny sudah punya pacar(yang secara otomatis mengurangi nilainya sebanyak 5 poin)
  2. Fanny tidak datang
Lha kepriben... Yang ngusulin acara malah gak dateng. Tapi no problemo lah. Yang penting bisa kumpul bareng temen-temen SD yang luar biasa menyenangkan itu... Dan menikmati wajah cantik salah seorang teman gw yang masih jomblo. Hehehe...

*ahem*

Jadi, setelah kita makan dengan (tidak)kenyangnya, kita menuju XXI untuk... memutuskan bahwa kita nggak nonton. Gak ada kesepakatan film dan jam, akhirnya kita cabut ke NAV yang mana tentu saja untuk karaokean.

Di NAV, kayaknya gw nyanyi paling banyak. Betapapun gw nyadar suara nyanyian gw mampu membuat anak kecil yang menangis menjadi terdiam nangis makin keras, gw tetap menyanyi dengan kepedean yang memuncak. Dengan atau tanpa mic, gw nyanyi dengan segenap jiwa dan raga. Maafkan aku teman-temanku karena sudah merusak gendang telinga kalian.

Phew... Puas nyanyi, kita memutuskan untuk pulang. Semua pulang kecuali April. Dia lanjut nonton sama teman-teman yang lain. Ide iseng pun muncul. Gw ngusulin buat nge-SMS April dengan SMS salah kirim yang isinya anak-anak mendukung Alfath(yang ketauanbangetlagipedekatesamaApril) buat nembak April. Jadi ceritanya harusnya kita ngirim ke Alfath, tapi kita salah kirim ke April. Oh, betapa gw jenius dalam iseng-mariseng. Sampai saat ini gw gak tau kelanjutan ceritanya, tapi yang pasti si Alfath belum nembak si April... yang berarti gw masih berkesempatan. Uhouhohuhohohoho....

Misi iseng terlaksana. Saatnya pulang. Gw pulang dengan nebeng Adit di motornya. Senangnya ada tebengan. Diantar sampai rumah, ongkos nol rupiah. Gw harus sampai di rumah dengan segera karena... gw kebelet boker. Lebih tepatnya: gw kebelet boker stadium 3.

Gw sampai di rumah, dan apa yang terjadi? GAK ADA ORANG DI RUMAH. Gw gak bawa kunci. Gw di luar, masih kebelet boker, bahkan gw kebelet boker stadium 4. Veses akan segera menyembur keluar dari lubang anus gw, membasahi celana gw yang tidak beruntung. Untung ada Adit yang menyelamatkan gw dari tragedi yang sangat tidak diinginkan itu. Gw boker di rumahnya... Di toilet, tentunya.

Rasanya gw gak perlu cerita kalo eek gw warnanya kuning. Gw juga gak perlu cerita kalo gw eek dalam volume besar karena udah beberapa hari ini gw gak eek. Gw juga gak perlu cerita kalo WC-nya Adit itu nyaman sehingga gw berlama-lama di sana. Yang pasti Adit dengan baiknya nganterin gw pulang setelah mengizinkan gw eek dan cebok di toiletnya. You are my savior, Adit. Engkau menyelamatkanku dan celanaku.

Phew... Tulisan yang cukup panjang ya gan. Ini udah sore. Gw udah mengeksploitasi laptop dan koneksi internet Andi(yang saat ini sedang tidur dengan pulasnya) selama berjam-jam. Gw mau jalan bareng nyokap, beli modem wireless dan makan enak. Kamu nggak boleh ikut. Kamu komen saja di postingan ini dan lanjut blogwalking, oke?

See you in my next postingan! :D

09 Agustus 2009

Rental PS Adalah Tempat yang Sangat Buruk untuk Main PS

Kecuali untuk main Winning Eleven atau Pro Evolution Soccer, yang notabene adalah game wajib ada di setiap rental, dan selalu disediakan dalam jumlah banyak, seolah-olah rental PS dibuat untuk main game bola.

Gw baru aja dari rental PS 3.

Main game apa?

Resident Evil 5

Keren gak?

Beeuuh... jangan ditanya... KEREN PARAH, GAN!! Anjrit lah, itu salah satu game action terkeren di PS 3. Nothing more can be said. You've got to play this fuckin' awesome game, dude.

Well, harusnya gw bisa menikmati quality time gw di depan layar HDTV, menggenggam controller SIXAXIS, dan menikmati game mahakeren itu. Tapi mengapa oh mengapa...

KENAPA HARUS ADA ANAK KECIL BANGS*T YANG SUPER-ANNOYING ITU??!!!!

Anjing.

Oke, biar gw ceritain dengan lebih runtut. Here we go...

Siang itu, dengan cukup banyak uang di dompet(ahey~ I love tanggal muda), gw pergi ke rental PS 3. Dengan hati riang-gembira, gw main Resident Evil 5 yang keren itu.

PS dinyalain, Blu-Ray disc dimasukin, batang kesenangan(joystick) dicolokin. Gw sumringah.

Baru beberapa menit game dimulai, ada anak kecil duduk di sebelah gw.

Uh-oh, this gonna be bad... this gonna be bad... Gw akan berhadapan dengan mahkluk yang paling gak bisa gw handle: anak kecil.

Daaannn... seperti dugaan gw, anak itu adalah spoiler brat. Oh, tidak, anak itu lebih buruk dari sekedar spoiler brat. Kamu tau apa yang dia lakukan? Ini dia...

Dengan sok akrab bertanya, 'udah pernah tamat, 'A?' Dan dengan jujur gw jawab, 'belum'. Entah keputusan gw untuk bersikap (pura-pura)ramah ini benar atau salah. Dia cerita kalo dia udah tamat(i wish he knew that I DON'T GIVE ANY FUCKIN' DAMN OF THAT), terus cerita kalo bos terakhirnya susah banget.

Game dimulai dan di adegan pembuka yang seharusny jadi misteri yang akan terjawab di game ini, dia malah NGASIH TAU SPOILER CERITA-NYA. Anjing... That's UNFORGIVABLE, KID!! Man... I'm gonna lose my temper... Tapi gw mencoba untuk bersikap biasa dan mengacuhkan anak itu...

Sepanjang permainan, dia ngasih tau gw harus pencet ini-itu untuk nembak, buka pintu, dan lain sebagainya. GW UDAH TAU, ANJING! LO DIEM AJA!!! Nggak, gw gak bilang kayak gitu ke anak itu. Gw cuma diem menikmati ketidaknyamanan yang dia berikan.

Dia ngasih tau gw harus ke sini, harus ke situ, cara ngalahin musuh(which is obviously I can figure it out by myself). senjata yang harus gw pake, dan sebagainya. LO HARUS TAU BETAPA PENGENNYA GW MATAHIN LEHER LO, NJING!!!

Dia berisik sepanjang gw main. 'Itu tuh A, ada peluru...', 'Pake darahnya, A, pencet segitiga...', 'Yah... sayang banget itu gak diambil...', 'Gak usah dilawan A, buang-buang peluru...', 'Mendingan pake shotgun aja A...'

Oke, cukup! Gw balik ke kosan, ngambil golok, dan membacok anak itu. Lehernya putus. Kepalanya nggelinding di lantai. Darahnya muncrat membasahi lantai dan dinding ruangan...

Apa? Gak percaya?

Lo pikir gw bo'ong??

Ya iyalah gw bo'ong.

Anak itu gak gw apa-apain. Gw bahkan gak mencoba mendiamkan anak itu. Gw gak pengen suasananya jadi gak enak dan gw jadi gak bisa nikmatin permainan gw. Jadilah gw cabut dari rental itu, ke rental yang lain. Sayangnya, di rental yang lebih bagus(baca: bebas anak brengsek kayak tadi) ini, gak ada game Resident Evil 5. Damn...

Gara-gara anak kecil brengsek itu, gw jadi kehilangan quality time gw. Emosi jiwaaaaa!!!! AAASSSUUUUUUUUU....!!!!! *fade out*

Pesan moral: jangan main PS di rental PS kecuali game bola.

06 Agustus 2009

Start It Over

Liburan hampir berakhir.

Daftar ulang udah dimulai.

So, rutinitas baru juga akan dimulai. Kuliah, fesbukan, les gitar, fesbukan lagi, mandi, nyuci, fesbukan lagi. Koq fesbukannya banyak? Iya, soalnya gw fesbukan dari hape, dimanapun, kapanpun. Ahey~

Kemarin gw baru aja daftar les gitar. Yeeeaahhh! Jalan menuju panggung musik dimulai! Jreng-jreng-jreng!!

Dan tentu saja karena gw bakal les gitar, gw perlu gitar baru. Here goes the picture:

Oke, that's my new guitar. Mulai Jumat besok ini, gw bakal les gitar tiap hari Jumat. Gitar ini akan jadi alat gw buat jadi keren. Doakan aku ya!(diucapkan seperti di acara Takeshi Castle).

Yap, rutinitas baru, dengan beberapa orang baru. Semoga gw cukup sibuk sampai gak sempet nge-stalking fesbuk orang(baca:cewek) lagi. Hehehe...


====================================================

Now, let's get to the more serious thing.

My social life is somehwat ruined. Gw udah cerita di postingan sebelumnya soal beberapa orang teman gw yang bohong sama gw... tepat di bagian yang paling sensitif. That was hurt, you know. I think I went insane.

They can't be trusted. They're playing on me, with that 'lies and truth'(bukan, bukan lagunya L' Arc~en~Ciel) games. Mereka bohong sama gw soal gebetan gw dengan, you know, the thing they called 'white lies'. And one of them tells me the truth. He tells me the so-called 'truth'. Well, I can't say it's the truth, since what he said was too subjective.

Well, untuk lebih jelasnya mungkin bisa baca di notes facebook gw yang ini. Tapi tolong jangan komen di sana. Komen aja di sini. Seriously, jangan komen di sana.

And now...

I think I was wrong.

I mean, to approach her by being her friends, that was wrong. Sebenarnya dari awal gw gabung ke kelompok main mereka karena gw pengen deket sama gebetan gw itu... Entah gimana mulainya, kayaknya itu terjadi begitu aja. Dan bukan bohong kalo gw bilang gw menikmatinya. I mean, I really think they are good friends. They are nice, have good sense of humor, and all that. Seiring dengan berjalannya waktu, gw pun jadi bagian dari mereka, dan mereka jadi bagian dari hidup gw.

Sebenernya, nge-genk itu sedikit banyak 'tabu' di angkatan. Angkatan gak boleh terkotak-kotak. Angkatan harus jadi satu kesatuan. Tapi toh ternyata itu hanya mimpi yang utopis. Dua ratus orang jadi satu itu gak mungkin. Pasti ada kelompok-kelompok(yang biasa gw sebut 'fraksi). Itu terjadi secara alami. Nge-genk adalah keniscayaan karena kita gak mungkin hidup sendiri, dan gak mungkin punya teman dekat ratusan orang.

Mereka tau gw pedekate sama salah seorang dari mereka. Bahkan gebetan gw juga tau itu. Gw berada di antara maju dan mundur. Ego gw bilang gw harus maju meskipun itu berakhir dengan penolakan, sementara teman-teman gw bilang gw sebaiknya mundur karena hasilnya akan sama aja. Sejak awal dia gak tertarik sama gw. ibaratnya, gw kalah perang bahkan sebelum gw mencabut pedang gw.

Gw tetap jadi teman mereka, sambil berharap suatu saat akan ada momen yang tepat bagi gw untuk nembak dia. Gw tetap berusaha ada di dekat dia. Gw tetap berusaha meningkatkan hubungan gw sama dia. Ngelihat hal ini, teman-teman gw ber-'inisiatif' untuk bohong sama gw. Gw gatau apa gebetan gw juga terlibat, tapi yang pasti teman-teman gw bohong sama gw. Bilang dia udah dijodohin lah, bilang dia suka sama sodara jauhnya lah, dan yang terakhir salah seorang temen gw bilang dia lagi suka sama orang lain, it's cyber-love. Gw gak tau yang terakhir itu bener apa bohong.

Dan terjadilah apa yang gw tulis di postingan gw sebelumnya.

Gw jelas marah karena tau mereka bohong sama gw. You know, they say that was for my sake, but they were wrong. Such things never work, unless you keep it really good. Ya, andai saja mereka cukup pintar dalam menyembunyikan kebohongan mereka, mungkin semuanya akan berjalan mulus. Gw udah memutuskan buat ngelupain dia setelah salah seorang temen gw bilang gebetan gw lagi suka sama sodara jauhnya. Well, that hurts, but I should bear it. I should forget her. We can still be friends. We have been friends all this time.

Semuanya seharusnya mulus, sampai salah seorang temen gw bilang kalo yang diucapin temen gw tentang gebetan gw suka sama sodara jauhnya itu bohong. Dia ngomporin gw buat tetap 'berjuang' untuk ngedapetin cintanya. Gw saat itu baru aja mutusin buat ngelupain dia, dan sekarang ada kabar kayak gitu. Gw cukup terguncang. Gw sadar gw gak akan bisa dapetin dia, tapi temen gw ini malah ngomporin gw, ngasih gw harapan kosong yang gw gak mau denger lagi. Sucks. Really sucks. Dan gw juga kecewa berat karena gw dibohongin sama temen gw, tepat di titik terlemah gw, tepat di titik paling sensitif gw.

Kesimpulan gw cuma satu: gw gak bisa percaya sama mereka lagi.

Demi tujuan mereka, mereka bohong. Bagian terburuknya bukan kebohongan itu, tapi kegagalan mereka dalam menyembunyikannya.

Jadi, gw gak tau apa gw masih bisa nyebut mereka temen gw apa bukan. Mereka masih aja nganggep gw yang salah, dan tindakan mereka benar(atau setidaknya bisa dibenarkan), dan gak seharusnya gw marah-marah sama mereka.

Well, seperti yang udah gw bilang sebelumnya, gw salah. Gw salah sejak awal. Bisa dibilang gw salah lebih dulu dari mereka. Gw salah sejak memutuskan untuk pedekate sama gebetan gw dengan jadi temannya. Lalu mereka mencoba menambal kesalahan gw itu. Tapi mereka menambal lubang besar di kapal yang bocor dengan selotip kertas. Sebenarnya, mereka berbohong untuk tujuan yang baik. Tapi kebohongan hanya akan berhasil selama ia tidak diketahui. Begitu kebohongan itu terungkap, maka seluruh fondasinya hancur berantakan.

Tapi, sudahlah. It doesn't matter anymore. Gw emang udah harus ngelupain dia dan menyibukkan diri... Dan itu akan sulit kalau gw masih sama mereka, ada di dekat mereka, dan ingat mereka... karena 'mereka' berarti termasuk gebetan gw itu.

Gw harus mulai lagi dari awal. Start it over. New routine, new people, new things.

Where did I go wrong, I lost a friend
Somewhere along in the bitterness and
I would have stayed up with you all night
Had I known how to save a life
--The Fray - How To Save A Life