08 November 2009

Sombong

sombong som.bong
a menghargai diri secara berlebihan; congkak; pongah.

Itu kata kamus. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kamu punya tidak di rumah? Nggak? Sama.

Tapi itu kan kata kamus, dan saya tidak harus selalu dengar kamus. Bukan hanya kamus tidak bisa ngomong, tapi juga memangnya kamus itu siapa? Dosen bukan, pacar bukan, dokter juga bukan. Kamus itu hanya saya gunakan kalau ingin mencari suatu kata. Bisa juga digunakan untuk menggeplak kepalamu yang semoga ada isinya itu.

Jadi, apakah saya sombong?

Tidak!

Sungguh?

Sungguh! Percayalah!

Tidak bohong?

Tidak! Tidakbohong!

(...dialog ini dapat dilanjutkan kapan-kapan, sesuai dengan dialog seperti yang sering kita dengar di telenovela.)

Tapi, oh, tetapi, saya mau pamer beberapa hasil kerjaan tangan saya. Tangan yang alhamdulillah diberi keterampilan untuk menggambar, meskipun teman-teman saya banyak yang lebih jago menggambar dibanding saya. Tapi, meskipun begitu, kata orang(yang kurang pandai menggambar) gambar saya bagus.... Tapi saya tidak sombong. Beneran deh.

Saya cuma mau pamer, agar supaya situ bisa kasih komen, bisa mengagumi, atau minimal bisa tahu kalau saya itu bisa menggambar... dan saya tidak sombong. Yaaa pokoknya supaya situ bisa mengapresiasi lah.

apresiasi ap.re.si.a.si
[n] (1) kesadaran thd nilai seni dan budaya; (2) penilaian (penghargaan) thd sesuatu; (3) kenaikan nilai barang krn harga pasarnya naik atau permintaan akan barang itu bertambah.

Itu saya kasih definisi kata apresiasi, kopi-paste(bukan kopi susu) lagi-lagi dari si kamus. Tentunya saya tidak perlu kasih tahu definisi nomor berapa yang perlu kamu pakai bukan? Dan tentu saja saya juga tidak perlu kasih tahu sumedang.

Ah, saya jadi lupa, itu saya mau apa tadi?

Ah, iya, pamer!

Pamer gambar!

Sombong?

Tidak! Tidak sombong!



Nih, ah:


Komposisi Benda #1
(pensil di atas kertas)


Komposisi Benda #2
(pensil di atas kertas)


Gita
(tinta cina di atas kertas)


Anggur #1
(cat minyak di atas kanvas 80 x 70 cm)


Anggur #2
(cat minyak di atas kanvas, 70 x 70 cm)



Bawang
(cat minyak di atas kanvas, 60 x 80 cm)



Vanni
(cat minyak di atas kanvas, 60 x 80 cm)


Kamu boleh komentar kalau kamu mau. Tidak komentar juga tidak apa-apa. Yang penting kamu sudah lihat, sudah mengapresiasi meski hanya dalam hati, dan kamu tahu kalau saya bisa menggambar dan melukis... dan saya tidak sombong.

02 November 2009

Seno Gumira Ajidarma dan Kembar Siam Negro-Cina

Aneh ya judulnya?

Biarin. Blog aing kumaha aing! Huhahahahaha!

*ahem*


======= Seno Gumira Ajidarma
Well, kemarin gw lagi kangen sama salah satu cerpennya Seno Gumira Ajidarma yang judulnya Legenda Wongasu. Jadilah gw main ke sana, baca cerpen itu lagi, dan berakhir dengan gw baca cerpen-cerpen SGA yang lain. Maann... gokil! gokil! gokil! Ya, tiga kali! Satu kata gokil gak akan cukup menggambarkan luas serta tajamnya imajinasi seorang SGA.

Gw bukan penggila sastra. Gw gak tiap hari baca buku. Gw gak tau banyak soal dunia sastra. Tapi satu hal yang gw tau, tulisan-tulisannya SGA itu keren banget. Imajinasinya liar, surealis, dan sarat makna. Dia berhasil menghidupkan khayalan-khayalan seperti, Negeri Senja di mana matahari tidak pernah tenggelam, tersangkut di cakrawala, cerita tentang seorang pemuda yang memotong pemandangan dengan pisaunya dan mengirimkannya untuk pacarnya via pos, atau cerita tentang manusia berkepala anjing. Imajinasi yang begitu liar, begitu hidup, hingga terasa begitu nyata.

Udah ah, daripada gw cerita panjang lebar, mending sampeyan mampir aja ke blognya, kasih komentar dan pujian buat beliau.

Alrite, next topic.



======= Kembar Siam Negro-Cina

Belum lama ini gw berpikir(dan menyimpulkan) bahwa kita punya dua sisi baik dan buruk yang saling bertempur satu sama lain. Oke, ini emang klise. You know, kayak malaikat dan iblis(bukan, bukan judul novelnya Dan Brown) yang menghasut dan mengingatkan kita, membawa kita ke arah yang baik dan buruk. Berlawanan. Tarik-menarik.

Kalau kata Sigmund Freud, manusia punya Id, Ego, dan Superego... Apa? Jelasin di sini? No u!!1 JFGI!!

Eniwei, gw berpikir, jangan-jangan kalau perseteruan antar 'malaikat' dan 'iblis' itu semakin meruncing, akan terbentuk kepribadian ganda di dalam diri kita? Oh, atau mungkin emang udah ada? I mean, yang mengajak ke kebaikan dan kejahatan itu sebenarnya diri kita sendiri kan? Suara itu berasal dari dalam diri kita. Baik dan buruk itu gak bisa dipisakan, seperti... seperti KEMBAR SIAM.

Ya, kembar siam. Kembar siam yang masing-masing menolak yang lainnya. Bertolak belakang. Jadi, gw pikir kalau dua 'suara' itu bisa menjelma jadi orang, mungkin dia akan jadi kembar siam negro-cina. Yang satu item, keriting, bibir tebel, mata belok. Yang satunya putih, rambut lurus, bibir tipis, mata sipit. Mereka berbeda, tapi satu tubuh dan gak bisa dipisahkan.

Gimana? Analogi yang bagus, kan?


======= Random Photos Are Random

Yes, random photos are random.

Ini dia beberapa foto geje yang ada di hape gw...


Sumpah, itu bukan motor gw.




FAIL.



denger-denger hantu permen itu nama lainnya pocong




Mas Siti


Okeh, see you in my next postingan!

19 Oktober 2009

Ban

"FUCK!!!!!!"
(terjemahan bebas: "KAWIN!!!!!!")



Itu kata pertama yang gw ucapkan setelah gw menginjakkan kaki(atau lebih tepatnya sepatu) di kampus, hari Jumat kemaren. Nggak, gw bukannya lagi pengen kawin atau nikah... Eh, pengen sih, tapi ntar aja deh. Eh, koq jadi ngomongin kawin sih?

Itu kata yang termuncratkan dari mulut gw setelah tubuh kerempeng gw jatuh gedebug mencium aspal dengan mesranya indahnya. Celana sobek, lutut lecet, dan sore harinya gempa terjadi di Ujung Kulon yang terasa sampai Jakarta... Dan setelah gw pikir-pikir lagi kayaknya gempanya terjadi bukan karena gw jatoh.

Oke, intinya hari itu gw mengawali hari dengan jatoh di kampus saat melangkahi rantai pembatas area parkir.

Awal yang jelek.

Oh well, gak ada hal istimewa yang terjadi beberapa jam kemudian sampai gw berangkat dari kosan ke Braga Music untuk menuntut ilmu hitam main gitar.

Lima belas meter dari gerbang kosan, ban belakang gw bocor.

Ditambal, ongkosnya lima ribu... dan itu menyebabkan uang di dompet + kantong gw jadi tinggal 8000 perak. Belum lagi bensin gw udah sakaratul maut. Jarumnya udah ngelewatin garis merah yang ada huruf E-nya itu. Motor gw bisa mogok kapan aja.

Gw jalan lagi, niatnya mau ngisi bensin, tapi apa daya sekarang giliran ban depan gw ikut-ikutan bocor. Gw merasa ban motor gw berkonspirasi untuk menggagalkan gw sampai ke tempat les gw.

Dan mereka berhasil. Jam di hape gw menunjukkan pukul 15.30, sedangkan les dimulai jam 3 sore. Ban belum selesai ditambal. Akhirnya, dengan berat hati gw kirimlah itu SMS ke guru les gw, minta dipindah harinya.

Setengah tahun jam kemudian...

Oke, tambal ban selesai.

"Berapa A?" tanya gw.

"Lapan ribu," jawabnya sambil tersenyum cengegesan.

Ilmu Matematika yang gw pelajari dari TK hingga SMA terpaksa gw pake. Dalam sekejap gw tahu bahwa:

Rp8000,00 - Rp8000,00 = Rp0,00

Bensin sekarat. Gw terancam ngedorong motor sampe ATM, terus ngedorong lagi sampe pom bensin. TIDAAAAAAKKKkkkk...!!!!!!111

Untungnnya si abang tambal ban mau ngerti keadaan gw, dan rela dibayar 3000 dulu. Dan untungnya juga bensin gw masih cukup buat ke pom bensin terdekat. Jadi, gw selamat dari tragedi 'mahasiswa-ITB-terpaksa-dorong-motor-karena-tidak-punya-uang'.

Oke, singkat cerita, gw ngisi bensin, ke ATM, bayar abang tambal bannya, terus cabut ke... bengkel. Ban gw pasti bermasalah.

Dan bener aja, ternyata velg gw udah gak lurus lagi. Bukan, maksudnya bukan velg gw jadi homo, tapi itu velg udah penyok dan menyebabkan putaran roda gw gak sempurna.

Buat ngebenerinnya, itu velg kudu di-press, dan itu makan waktu 3 jam ongkosnya Rp100.000,00... per velg.

Holy shit, mahal banget.

Selain mahal, ketidakberdayaan motor gw itu serta-merta membatalkan rencana gw untuk pulang naik motor ke Jakarta. Untung abang gw mau minjemin motornya buat gw pake selama gw weekend-an di Jakarta. Hohoho... Rencana hunting dan jalan pun terlaksana. Gw juga jadi bisa ngajak nyokap buat makan di Ayam Goreng Suharti. Yeah, kita boncengan ke sana naik motor.

Ayam Goreng Suharti is... EPIC DELICIOUS. Wuanjrit, mereka punya resep maknyus yang memanjakan lidah. Gw yang omnivora dan banyakvora ini pun dengan sukses jadi korban mereka. Tentu saja gw jadi korban mereka dengan senang hati. Huhahahaha....

Eniwei, Ayam Goreng Suharti was great.

Tapi, oh tapi, tragedi terjadi lagi.

Belum ada setengah jam gw cabut dari restoran itu, BAN MOTOR GW BOCOR LAGI.

WHAT_THE_FUCK?!?!!!111

Nggak di Bandung, nggak di Jakarta...
Nggak Mio, nggak Vega R...
Nggak siang, nggak malem...
Nggak Dewi Persik, nggak Julia Perez... --> iya, ini emang nggak nyambung.
GW SELALU SIAL MASALAH BAN!!

Akhirnya nyokap gw terpaksa pulang naik angkot sementara gw dorong motor ke tukang tambal ban... Ban diganti, kena Rp40.000,00...



.....



What a pain in the ass...

yes, it's facepalm.jpg

10 Oktober 2009

Home Disaster dan Kasus Mutilasi di Rumah Gw

"Haruunn!!"

Terdengar sebuah suara tak senonoh dari kejauhan. Oh, ternyata itu Ito, temen seangkatan gw yang rambutnya lebih kribo dibanding Bena maupun Giring Nidji, tapi jangan bandingin dengan Edi Brokoli, jelas Ito kalah. Edi Brokoli adalah pemilih rambut kribo paling... paling apa ya? Paling begitulah pokoknya.

Eh, tunggu, tadi gw pengen ngomong apa ya?

Ah, iya, itu si Ito manggil gw dari kejauhan, terus nyamperin gw. Dengan suaranya yang... aduh, gw gak bisa mendeskripsikan suara orang. Ya pokoknya dia nyamperin gw terus bilang begini...

"Run, tadi lo belum bayar."

Gw pun tersentak. Kaget. Shock. Jantungan. Tewas seketika. Oh, nggak, kalo gw tewas gw gak mungkin bisa nulis blog lagi. Yang pasti gw kaget dan baru inget bahwa tadi gw makan di tenda deket kampus gw tanpa bayar, dan Ito yang tadi kebetulan juga makan di situ dikasih tahu sama penjualnya bahwa gw belum bayar. Tentunya tahu di sini bukan tahu makanan yang dibuat di pabrik tahu itu, melainkan si Ito diberi informasi mengenai suatu hal. Apa? Kamu sudah tahu? Ya sudah kalo begitu...

*Ahem*

Oke, lalu apa hubungannya tahu dengan home disaster dan kasus mutilasi di rumah gw?

Jawabannya adalah...

Nggak ada.

Karena sebenernya emang bukan itu yang mau gw ceritain. Yang mau gw ceritain adalah tentang kejadian yang menimpa rumah gw dan para penghuninya pasca pulang mudik, atau tepatnya pasca gw ngepost postingan gw sebelum ini.

Kamu tahu apa yang terjadi?

Ya jelas enggak lah! Kan saya baru mau cerita.

Eniwei, itu gw baru nyampe rumah, habis nyampah di rumah Andi. Di depan pintu, gw ketok-ketok pintu rumah gw. Tok-tok-tok, begitu bunyinya. Kalo tik-tik-tik, mungkin itu suara saya sedang mengetik tulisan ini. Kalo brot-brot-brot, mungkin itu kamu lagi kentut. Oke, jadi gw udah sampe depan pintu, ngetok pintu, tapi gak langsung dibukain. Gw malah denger suara abang gw bilang, ' Itu liat dulu siapa, Bu...!!'

Sembilan belas tahun sembilan bulan kenal sama saya koq gak hapal suara saya??

Setelah dibukain pintu, gw masuk, terus usut punya usut dan jeruk makan jeruk(iya, emang gak nyambung), ternyata di sekitar rumah kami ada... *kasih suara drum biar dramatis*

MALING.

*jeng jeng jeeeenngggg*

Iya, ada maling yang ngumpet di dekat rumah gw. Kemungkinan ada di rumah Pak Azwar yang tepat di sebelah rumah gw karena beliau rumahnya lagi kosong. Terus juga abang gw mengaku mendengar suara-suara aneh dari lantai atas rumah sebelah. Beberapa petugas keamanan pun memeriksa atap rumahnya lewat atap rumah gw. Dan gak lama kemudian...

Gak terjadi apa-apa.

Oke, entah malingnya ngumpet atau emang gak ada di situ, yang pasti gak terjadi apa-apa. Demi keamanan, semua akses ke rumah gw dari atas ditutup. Dengan hati was-was, kita pun melanjutkan aktivitas seperti ngobrol, nonton tivi, ngemil, dan tidur.

Tapi ternyata itu bukan satu-satunya kesialan yang menimpa penghuni rumah gw. Kesialan lainnya adalah...

KERAN WASTAFEL DAPUR BOCOR.

atau lebih tepatnya: PATAH.

Dan itu menyebabkan air ngucur tanpa henti.

Solusi praktisnya: matiin air seluruh rumah.

Masalahnya:

1)air keran gak langsung mati melainkan nunggu sampai stok air di Sebelum tidur, seluruh penghuni rumah mengelap genangan air yang terjadi karena bocornya keran.

That's all? Oh, ternyata masih ada lagi. Ini disaster yang cukup sering terjadi di rumah gw belakangan ini, which is...

tempat-menampung-air-sebelum-dialirkan-yang-gw-gak-tau-apa-namanya itu habis. Jadi air masih harus ditahan secara manual selama beberapa saat.

2)karena air mati, kita jadi gak bisa mandi apalagi nyuci. Terpaksa minta air sama tetangga, itu pun cuma cukup buat cebok dan wudhu.

Dan, demi menjaga perdamaian dunia agar gak ada air yang nyembur, gw dan abang gw pun menyegel lubang tersebut menggunakan selotip.


Kayak jaring laba-laba


That's all? Oh, nggak. Ada satu lagi bencana yang menimpa rumah gw...

PEMBOKAT GW PULANG KAMPUNG.

That? You call that a disaster?

SERING BANGET PULANG KAMPUNG. DALAM SEBULAN BISA CUMA KERJA 20 HARI.

Okay, that's a disaster, indeed.

Dan entah kenapa sering banget pulang lebih lama dari yang dijanjikan dengan alasan (insert a family member here)-nya sakit. Entah itu anaknya, suaminya, anaknya yang lain, sodaranya, de-el-el.

What a pain in the ass.

Oke, terus soal mutilasi... Ini berhubungan dengan bencana keran patah.

Jadi, esok harinya setelah kedatangan maling ke (dekat)rumah gw dan bencana keran patah, datanglah salah seorang sepupu gw ke rumah gw. Dia bawa motor dan pacar. Melihat keadaan lubang yang diselotip itu, dia menawarkan solusi yang lebih baik: menyumbatnya.

Dengan apa?

Dengan bahan sejenis karet.

Kondom?

Bukan.

Emangnya kondom bukan dari karet?

BUKAN PAKE KONDOM, GOBLOK!!

Melainkan dengan menjadikan salah seroang penghuni rumah gw sebagai tumbal. Ya, sepupu gw, tanpa merasa bersalah sedikit pun, memutilasi dia dengan kejam. Memotong-motongnya menjadi beberapa bagian. Menjadikannya seperti ini:


Korban mutilasi


Saudara korban


Reka ulang kejadian


Keadaan TKP saat ini


Sungguh kejam. Sendal jepit yang tidak berdosa itu pada akhirnya ditumbalkan demi kemaslahatan bersama. Semoga amal dan ibadahmu diterima di sisi Allah, wahai sendal jepit Swallow warna hijau. Engkau pasti akan mendapat tempat yang terbaik di sisi-Nya.

Baiklah. Berita tadi menutup perjumpaan kita kali ini. Kami dan segenap kru(emang ada?) yang bertugas undur diri dari hadapan Anda. Saya harunsaurus, wassalamu'alaikum.

See you in my next postingan!

p.s: dari kemaren make spoiler button hasilnya gagal mulu DX, jadi gw memutuskan untuk gak pake spoiler button.

25 September 2009

THIS IS LEBARAAAAAANNN!!! *headbang; jari metal; lidah melet*

THIS.IS.LEBARAAAAAAAANNNNN!!!! (diucapkan seperti 'THIS IS SPARTAAA!!!' di film '300', minus adegan nendang orang ke sumur, tentunya.)

Phew... akhirnya sampai juga di kota Jakarta yang sangat saya cintai(tapi bo'ong) ini. Kota yang panas, sumpek, kotor, macet(kecuali kalo lebaran), banyak tindak kriminal, dan ada monasnya(terus kenapa?) ini. Setelah berjam-jam duduk di dalam mobil, kaki gw gak bisa lurus lagi akhirnya gw bisa selonjoran di kasur rumah, lengkap dengan hembusan AC nan sejuk lagi nikmat. Aaaahh... bagaikan eek yang lama tertahan dan akhirnya keluar juga, rasanya lega sekali.

Eniwei, gw mau ngucapin Happy Lebaran buat sampeyan yang baca tulisan ini, baik merayakan, tidak merayakan, ataupun belum merayakannya(kali aja sampeyan yang non-Islam berencana masuk Islam; amiiinnn). Okeh, biar lebih afdhol, gw mau nulis dengan tulisan yang GUEDHE.

Selamat hari raya Idul Fitri

Mohon maaf lahir, batin, fisik, maupun metafisik(?)

Semoga amal ibadah Anda diterima di sisi-Nya

Semoga selamat sampai tujuan...

Semoga tidak terjebak macet di jalan...

Semoga saya lekas dapat pacar, PSP, dan laptop baru...

Amin...



Mana THR buat saya?

Oke, yang terakhir itu becanda... Tapi kalo sampeyan berean mau ngasih, maka sesungguhnya saya tidak menolak kebaikan sampeyan.

Well, sebenernya banyak yang mau gw ceritain soal libur lebaran. Soal perjalanan mudik gw ke Jogja yang makan waktu 30 jam lebih... Soal tante gw yang dengan sukses ngebully orang semobil... Soal pengalaman makan yang memberi gw kesimpulan bahwa selain dari jumlah pengunjungnya, tempat makan yang enak bisa dilihat dari wajah optimis/pesimis penjualnya... Soal pembentukan 'organisasi' kepemudaan keluarga besar gw... Tentang eksploitasi logat Tegal di dalam mobil gw... Dan masih banyak lagi. Tapi karena kebanyakan yang mau diceritain dan gw gak bawa kabel data untuk masukin foto-foto dari hape gw ke komputer, jadilah gw akan bercerita tentang seorang cewek yang beranak dalam kubur gw yang ke MKG bareng teman-teman SD.

Oke, setelah bertahun-tahun gak tatap muka, tetap mata, tatap tinju(berantem), apalagi tatap kelamin(ini sih emang gak pernah), alumni SDN Pondok Kopi 04 Pagi Jakarta Timur angkatan 2002 mengadakan reuni. Seru pisan lah reuniannya. Terus, setelah reunian itu, Fanny, yang gak ikut reunian ngajakin anak-anak kelas 6A buat jalan-jalan ke Mal Kelapa Gading.

Berdasarkan info yang gw dapet dari Bugi yang sekampus dengan Fanny, Fanny yang dari dulu cantik itu sekarang makin cantik. 'Delapan setengah', katanya. Bukan, itu bukan jumlah tangannya karena Fanny bukan penyandang cacat. Itu adalah nilai yang diberikan Bugi saat gw tanya tentang kecantikannya dengan skala 1-10.

Tapi ada dua hal yang mengecewakan:
  1. Fanny sudah punya pacar(yang secara otomatis mengurangi nilainya sebanyak 5 poin)
  2. Fanny tidak datang
Lha kepriben... Yang ngusulin acara malah gak dateng. Tapi no problemo lah. Yang penting bisa kumpul bareng temen-temen SD yang luar biasa menyenangkan itu... Dan menikmati wajah cantik salah seorang teman gw yang masih jomblo. Hehehe...

*ahem*

Jadi, setelah kita makan dengan (tidak)kenyangnya, kita menuju XXI untuk... memutuskan bahwa kita nggak nonton. Gak ada kesepakatan film dan jam, akhirnya kita cabut ke NAV yang mana tentu saja untuk karaokean.

Di NAV, kayaknya gw nyanyi paling banyak. Betapapun gw nyadar suara nyanyian gw mampu membuat anak kecil yang menangis menjadi terdiam nangis makin keras, gw tetap menyanyi dengan kepedean yang memuncak. Dengan atau tanpa mic, gw nyanyi dengan segenap jiwa dan raga. Maafkan aku teman-temanku karena sudah merusak gendang telinga kalian.

Phew... Puas nyanyi, kita memutuskan untuk pulang. Semua pulang kecuali April. Dia lanjut nonton sama teman-teman yang lain. Ide iseng pun muncul. Gw ngusulin buat nge-SMS April dengan SMS salah kirim yang isinya anak-anak mendukung Alfath(yang ketauanbangetlagipedekatesamaApril) buat nembak April. Jadi ceritanya harusnya kita ngirim ke Alfath, tapi kita salah kirim ke April. Oh, betapa gw jenius dalam iseng-mariseng. Sampai saat ini gw gak tau kelanjutan ceritanya, tapi yang pasti si Alfath belum nembak si April... yang berarti gw masih berkesempatan. Uhouhohuhohohoho....

Misi iseng terlaksana. Saatnya pulang. Gw pulang dengan nebeng Adit di motornya. Senangnya ada tebengan. Diantar sampai rumah, ongkos nol rupiah. Gw harus sampai di rumah dengan segera karena... gw kebelet boker. Lebih tepatnya: gw kebelet boker stadium 3.

Gw sampai di rumah, dan apa yang terjadi? GAK ADA ORANG DI RUMAH. Gw gak bawa kunci. Gw di luar, masih kebelet boker, bahkan gw kebelet boker stadium 4. Veses akan segera menyembur keluar dari lubang anus gw, membasahi celana gw yang tidak beruntung. Untung ada Adit yang menyelamatkan gw dari tragedi yang sangat tidak diinginkan itu. Gw boker di rumahnya... Di toilet, tentunya.

Rasanya gw gak perlu cerita kalo eek gw warnanya kuning. Gw juga gak perlu cerita kalo gw eek dalam volume besar karena udah beberapa hari ini gw gak eek. Gw juga gak perlu cerita kalo WC-nya Adit itu nyaman sehingga gw berlama-lama di sana. Yang pasti Adit dengan baiknya nganterin gw pulang setelah mengizinkan gw eek dan cebok di toiletnya. You are my savior, Adit. Engkau menyelamatkanku dan celanaku.

Phew... Tulisan yang cukup panjang ya gan. Ini udah sore. Gw udah mengeksploitasi laptop dan koneksi internet Andi(yang saat ini sedang tidur dengan pulasnya) selama berjam-jam. Gw mau jalan bareng nyokap, beli modem wireless dan makan enak. Kamu nggak boleh ikut. Kamu komen saja di postingan ini dan lanjut blogwalking, oke?

See you in my next postingan! :D

17 September 2009

Batas Air... dan Ini adalah Liburan yang Diisi dengan... Hah??

Dua judul dalam satu postingan... So what??


BATAS AIR

Tenang, ini bukan pelajaran Fisika. Saya tau sampeyan akan kejang-kejang dengan mulut berbusa kalo denger kata Fisika. Ini bukan pelajaran Fisika, tapi... Kimia. Oh, becanda. Saya tau sampeyan akan kejang-kejang, mulut berbusa, dan mendadak terdorong untuk kayang setiap lima menit sekali kalo denger kata Kimia.

*Ahem*

So, ada apa dengan 'batas air'? Batas air itu... Oke, gw rada bingung nyeritainnya, jadi biar Om Wiki(pedia) yang cerita:


****

Batas Air atau 108 Pendekar Liang Shan (Hanzi: 水滸傳, hanyu pinyin: shui hu zhuan; bahasa Inggris: Water Margin, All Men are Brothers, Outlaw of the Marsh, 108 Bandits of Liang Shan; bahasa Jepang: Suikoden) adalah sebuah roman terkenal dari zaman Dinasti Ming. Roman ini menceritakan realita kehidupan para bandit yang dipimpin oleh Song Jiang melawan kebengisan pemerintah Dinasti Song. Song Jiang sendiri adalah tokoh sejarah, namun di roman tentunya ia digambarkan sesuai imajinasi sang pengarang. Bagi kaum pemerintahan, mereka disebut bandit, tetapi bagi rakyat setempat mereka disebut pahlawan, karena mereka biasa merampok kaum orang kaya yang tidak baik dan korupsi yang kemudian dibagikan kepada orang miskin dan tidak mampu. Dalam sejarahnya, ada 108 bandit pahlawan yang terkenal dan mereka bersatu mengikat janji di Ruangan Kesetiaan (bahasa Inggris: Hall of Loyalty). Markas mereka berada di Gunung Liangshanpo, yang dikelilingi oleh laut dan air sehingga sulit diserang. Mereka memiliki anggota sampai puluhan ribu.

****

Kalo kamu gamer pasti langsung tau kalo itu adalah cerita yang diadaptasi menjadi game RPG jadul berjudul SUIKODEN.

Well, gw baru aja namatin Suikoden 2... untuk yang keempat atau kelima kalinya gitu. Sebelumnya, tentu saja gw mainin Suikoden 1. It's very nostalgic, ma men. Berkat PSX emulator, gw jadi bisa mainin game-game jadul yang menemani gw tumbuh dewasa(baca:tua). And please notice that even Suikoden has lacks in many aspect(except the epic story, of course), Suikoden 2, the sequel, is THE BEST 2D RPG EVER MADE. Itu gak berlebihan. Wajib dimainin! Dan selamat bercucuran air mata karena ceritanya yang sangat dramatis dan mengharukan.

Alrite, change topic(meskipun masih ada hubungannya).


INI ADALAH LIBURAN YANG DIISI DENGAN...


Sebentar lagi lebaran dan gw udah libur terhitung sejak hari Sabtu kemarin. Liburan gw sampai sekarang hanya diisi dengan sepuluh macam hal:
  1. main game;
  2. main game;
  3. main game;
  4. buka puasa;
  5. main game;
  6. tidur;
  7. sahur;
  8. main game;
  9. eek; dan
  10. main game.
Gw main game 25 jam sehari, 8 hari seminggu. Benar-benar kembali jadi Harun-masa-SD-yang-kerjaannya-cuma-main-game-dan-gak-peduli-dengan-dunia-luar. Well, no problem by me.


Oke, agak berlebihan. Gw gak sampai segitunya koq main game. Paling cuma dari sahur sampe... sahur lagi.

Eniwei, gw meyakini bahwa game adalah bentuk evolusi tertinggi dari manusia. Ini buktinya:



Well, begitulah liburan gw kali ini. Liburan yang diisi dengan hal-hal yang merubah gw menjadi seorang game nerd berbadan layaknya binaragarangkawan. Celakanya, gw senang dengan itu. Maafkan aku, Ibu. Anakmu kuliah di ITB dan pulang-pulang jadi begini... 'Bodo amat', kata nyokap gw.


09 September 2009

9.9.9


Sembilan.Sembilan.Sembilan.

Itu tanggal hari ini, 9 September 2009, alias 09/09/09.

Oh, well, berkat ditemukannya kalender, kita jadi suka iseng mengartikan tanggal. Tiga angka sembilan berderet mungkin mengingatkan kita pada beberapa hal, diantaranya:
  • Angka setan, 666, karena 9 kalo dibalik jadi 6. Untuk penjelasan angka setan itu silahkan baca di sini aja. Saya malas nulis di sini. Iseng amat saya nulis gituan di blog saya tercintah ini. Cuih cuih.
  • Tahun 1999 yang katanya bakal ada kiamat, dan ternyata teeeoooottt... tertipulah mereka yang parno.
  • Game RPG. Di banyak game RPG, 999, 9999, atau 99999, adalah angka maksimum dari: damage serangan, maximum HP, stats, dsb. Contoh: I r teh awesomeness! My attacks are 9999, and I pwn teh final boss in no time! XD (terjemahan bebas: gw keren banget, men! serangan gw 9999 dan gw ngalahin boss terakhir cepet banget! *emoticon 'senengbanget'*)
  • Salah satu varian motor Ducati, Ducati 999. Klik di sini kalu mau liat. Kalau mau beli... Ntar dulu, mending lo beliin gw PS 3. Karena sampeyan pasti tajir melintir sampe mau ngeluarin duit $29,999.- buat beli motor.
  • Nama dari sebuah restoran seafood... oh, itu Seafood 99.
Oh, betapa tidak pentingnya postingan ini, kawan.

Ganti topik ah.

====================

Krisis Energi

Bukan, gw bukan mau ngomongin krisis energi yang sedang melanda Indonesia. Itu mah urusannya anak itebe-sebelah-sono(baca:anak teknik).

Belakangan ini gw lagi krisis energi positif nih. Penyebab utamanya mungkin karena gw kehilangan teman. You know, that affects me a lot. Sekarang gw jadi kesepian. Kesepian akut. Mungkin gw emang harus minta maaf sama mereka. Actually, I have a plan doing so, though.

Gw gatau apa ini akan terdengar keren atau justru sangat tidak keren, tapi gw pengen bikin lagu dan nyanyi buat mereka. Gw pengen ngelakuin itu di kampus, malem-malem, dengan hanya diterangi lilin. Terus gw muncul pertama-tama dengan pake kardus/paperbag buat ngebungkus kepala gw. Itu simbol dari perasaan gw bahwa selama ini gw gak punya muka untuk ketemu mereka. I'm too nervous. Too awkward. Too cocky. Too embarrased. Too... whatever. Yeah, I'm too all that.

Di awal bulan Ramadhan, gw udah nge-sms mereka, bilang, 'Let's start it all over again. Kalo ada yang mau diomongin, simpan sampai di akhir bulan'.

Dan setelah lebaran, gw pengen ngadain perform itu buat mereka.

Seriously, how was that sound? Silly? Stupid? Or was it like, 'a cool way to apologize'? I really need your opinions, fellas.

Krisis energi positif ini menarik pikiran-pikiran negatif, dan setelah gw baca artikel psikologi tentang depresi dan self-defense mechanism, kayaknya gw ada gejala depresi(atau mungkin gw aja yang lebay :p). Yang pasti belakangan ini gw lemes, males, minim semangat, bawaannya pengen tidur terus(dari yang gw baca, sulit tidur/sebaliknya, adalah salah satu dari beberapa gejala depresi, mungkin semacam keinginan untuk melarikan diri dari alam nyata).

Ternyata gw lemah ya...

Padahal dunia ini gak ngizinin gw buat jadi lemah. Gak ngizinin gw buat diam. Gw harus kuat. Gw harus bergerak. Tapi betapa gw pengen berkeluh kesah. Betapa gw pengen bersikap lemah. Betapa gw rasanya pengen tidur aja. Betapa rasanya gw gak mau menggerakkan badan ini buat ke kampus, buat bikin rangka patung di studio. Betapa gw pengen ada yang mau mengintip ke balik tembok yang gw buat, dan masuk ke dalamnya, nemenin gw di sini, terus menarik gw keluar. Hahaha... Egois banget ya gw. Dunia gak akan ngizinin gw buat kayak gitu...

Kayaknya gw udah mulai ngelantur. Jadi, gw akan menutup postingan ini dengan menghela napas panjang.

Haaaahhhh...



See you in my next postingan.